Tak terbayangkan perkembangan yang lumayan pesat dikota kecilku, jika dibandingkan dengan dahulu pada waktu masih kanak-kanak.
Lampu penerangan masih memakai minyak tanah (Teplok) dan kalau sudah pakai Petromak wah itu sudah mantap, rumah jadi ramai, apalagi kalau ada pesawat Radio gelombang SW (belum pake FM), semua yang hadir duduk diam mendengarkan siaran.
Masa kini, peristiwa seperti itu tak ada lagi, meski kita ingin mengulangnya kembali…( aneh kok mau ngulang yang susah-susah ya…), bahkan sekarang sudah banyak pula yang mengenal internet.
Begitu juga Wak Dolah, seorang duda, ingin sekali main internet, (sedikit-sedikit ia sudah tau karena melihatnya di kelurahan), kebetulan dirumahnya ada PC anaknya komplet HP modem yang sudah standby, tinggal online sajalah..
Dihidupkannyalah PC tadi…tak berapa lama nampaklah ruang desktop, “tinggal cari yang mana kode gambar internet….nah ini dia,..entengnya main internet itu” katanya, kemudian dikliknya…: ”eh apa ini. kannot displayet, oh mungkin yang satu lagi….ini dia…eh , ini bermasaalah pula,…kuapain rupanya kau..?” Wak Dolah ngomel.
Tak lama anaknya pulang, mendatanginya dan bertanya : ”ada apa yah..?”..agak malu memang, tapi dia bilang sama anaknya : ” komputer kau ini,.. rusak kurasa, tak mau buka internet”, sambil tersenyum anaknya memberitahunya ”ayah buka koneksinya ini, udah tersambung apa belum” sambil menunjuk icon nama anaknya, diapun tersipu :” ooh...tapi nama kaunya ini Wan ”, si Wawan pun jawab agak ketus : ” ialah, masa nama bu Mariam, cewek ayah tu ” Wawan berlalu kekamar dan ayahnya berdiri :”Wan, jangan kau pancing marahku ya..? Wawan tersenyum mendengar ancaman ayahnya, tapi ngak berapa lama ayahnya memanggil lagi :” Wan, kesini sekejap...kurasa memang rusaklah komputer kau ini, kenapa pilemnya macat macat, nah kau tengok ini ya....?” Wawanpun tertawa cekakakan,....”memang gitu yah, kalau ayah mau tengok foto artis aja ya....nah disini..” Wawanpun berlalu, sambil ngomong :”ayah tengoklah, mana lebih cantik Bu Mariam apa foto-foto itu”.
Ayahnya ngak menjawab, matanyapun melihat, melotot, dan bergumam :” Wah kalo gini, tak maulah aku sama si Mariam, tak ada sekukupun kutengok kalo dibandingkan dengan foto ini, berarti banyak diluarsana yang cantik cantik ” dia pun langsung teriak sama anaknya si Wawan ” Wan kau ambillah anak si Mariam itu jadi menantuku ” Wawanpun tersenyum sendiri karena siasatnya berhasil.
Rupanya selama ini Wak Dolah dan Wawan saling berlomba siapa yang menang, jadi ibu tiri atau jadi mertua....sekian dulu nanti sambung lagi dalam kisah yang lebih hangat
Lampu penerangan masih memakai minyak tanah (Teplok) dan kalau sudah pakai Petromak wah itu sudah mantap, rumah jadi ramai, apalagi kalau ada pesawat Radio gelombang SW (belum pake FM), semua yang hadir duduk diam mendengarkan siaran.
Masa kini, peristiwa seperti itu tak ada lagi, meski kita ingin mengulangnya kembali…( aneh kok mau ngulang yang susah-susah ya…), bahkan sekarang sudah banyak pula yang mengenal internet.
Begitu juga Wak Dolah, seorang duda, ingin sekali main internet, (sedikit-sedikit ia sudah tau karena melihatnya di kelurahan), kebetulan dirumahnya ada PC anaknya komplet HP modem yang sudah standby, tinggal online sajalah..
Dihidupkannyalah PC tadi…tak berapa lama nampaklah ruang desktop, “tinggal cari yang mana kode gambar internet….nah ini dia,..entengnya main internet itu” katanya, kemudian dikliknya…: ”eh apa ini. kannot displayet, oh mungkin yang satu lagi….ini dia…eh , ini bermasaalah pula,…kuapain rupanya kau..?” Wak Dolah ngomel.
Tak lama anaknya pulang, mendatanginya dan bertanya : ”ada apa yah..?”..agak malu memang, tapi dia bilang sama anaknya : ” komputer kau ini,.. rusak kurasa, tak mau buka internet”, sambil tersenyum anaknya memberitahunya ”ayah buka koneksinya ini, udah tersambung apa belum” sambil menunjuk icon nama anaknya, diapun tersipu :” ooh...tapi nama kaunya ini Wan ”, si Wawan pun jawab agak ketus : ” ialah, masa nama bu Mariam, cewek ayah tu ” Wawan berlalu kekamar dan ayahnya berdiri :”Wan, jangan kau pancing marahku ya..? Wawan tersenyum mendengar ancaman ayahnya, tapi ngak berapa lama ayahnya memanggil lagi :” Wan, kesini sekejap...kurasa memang rusaklah komputer kau ini, kenapa pilemnya macat macat, nah kau tengok ini ya....?” Wawanpun tertawa cekakakan,....”memang gitu yah, kalau ayah mau tengok foto artis aja ya....nah disini..” Wawanpun berlalu, sambil ngomong :”ayah tengoklah, mana lebih cantik Bu Mariam apa foto-foto itu”.
Ayahnya ngak menjawab, matanyapun melihat, melotot, dan bergumam :” Wah kalo gini, tak maulah aku sama si Mariam, tak ada sekukupun kutengok kalo dibandingkan dengan foto ini, berarti banyak diluarsana yang cantik cantik ” dia pun langsung teriak sama anaknya si Wawan ” Wan kau ambillah anak si Mariam itu jadi menantuku ” Wawanpun tersenyum sendiri karena siasatnya berhasil.
Rupanya selama ini Wak Dolah dan Wawan saling berlomba siapa yang menang, jadi ibu tiri atau jadi mertua....sekian dulu nanti sambung lagi dalam kisah yang lebih hangat
Tidak ada komentar :
Posting Komentar