Empat sekawan yakni ; Karmidi, Warso, Sugeng dan Parno mengadakan reuni di sebuah rumah makan . Sambil makan,
mereka berempat ber-bincang2 sambil bernostalgia.
Setelah makan Karmidi pamit meninggalkan teman2nya sebentar
untuk nyanyi karaoke,
Karmidi : “Minta lagu apa rek? Dangdut..hehehe?”
Sugeng : “Lha opo ae lah..yang penting asseeekk hehehe”
Sambil mendengarkan Karmidi nyanyi, teman2nya melanjutkan
obrolan mereka.
Warso : “Bagaimana anak anakmu Geng?”
Sugeng : “Oo, baik2 saja, anak saya kan dua. Yang cewek ikut
suaminya yang jadi Polisi di Medan. Sedangkan yang cowok sudah jadi boss,
pabriknya dua, pabrik sepatu dan pabrik karet gelang. Tapi ya gitu…, saya yang jadi
bapaknya saja ndak pernah dibelikan motor sama sekali, eeeh… pas kemarin
pacarnya ulang tahun dibelikan BMW 318i gress.”
Sugeng : “Lha kalau anakmu War?”
Warso : “Anakku juga dua, yang paling gede kerja di London yang ragil sekarang
sudah jadi direktur developer rumah. Tapi agak gemblong juga anak saya yang ragil ini. Rumah bapaknya sudah doyong dibiarkan aja, tapi waktu kemarin pacarnya
ulang tahun malah di belikan rumah baru.”
Warso : “Kalau kabar anakmu gimana Par?”
Parno : “Anak saya empat, cowok satu, cewek tiga. Sekarang
sudah pada mandiri. Yang paling sukses ya anakku yang cowok. Sekarang jadi
direktur bank. Cuman ya nggak bener juga. Lha… saya ini nggak pernah di
kasih uang sama sekali, tapi kemarin waktu pacarnya ulang tahun di kasih
deposito 100 juta.”
Setelah Parno cerita, Karmidi selesai karaoke.
Karmidi : “Nyeritain apa sih Rek?”.
Parno : “Ini lho Kar, pada nyeritain anaknya, gimana anakmu Kar?”
Sambil ngisap rokok agak dalam, Karmidi mulai cerita :
Karmidi : “Anakku cuma satu, tapi payah. Aku ingin dia jadi
ABRI, eeeh malah buka salon. Sudah lima tahun dia buka salon, dari dulu sampe
sekarang ya teteeep aja nyalon. Tapi meskipun begitu dia tetep anak ku. Apalagi
dasarnya anaknya itu baik, pergaulannya luas dan sayang sama bapaknya. Setiap
dapat rejeki saya pasti diberi. Kemarin pas dia ulang tahun, ada temannya yang
ngado BMW 318i gress, rumah baru, dan deposito 100 juta. Dia bilang semua itu buat
bapak saja, dia tetep seneng buka salon saja, katanya ….”
Warso/Sugeng/Parno : !!!???? weleh...kok ???