Nun diujung kampung, hiduplah seorang Janda dengan anaknya Lastri, semenjak ditinggal mati suaminya hidup mereka sangat susah, sawah yang selama ini digarap oleh suaminya sudah tak mampu lagi ia kerjakan (maklum berapalah tenaga seorang wanita, mantan anak juragan yang diusir oleh orang tuanya karena lari kawin dengan orang yang kini telah tiada pula)
Lastri, gadis manis yang kini telah beranjak dewasa, meski hidup serba kekurangan, selalu gembira menyambut mentari pagi, bersama burung-burung yang tak pernah batuk karena polusi, sehingga membuat hati terpikat seorang perjaka, Yanto, penggembala kerbau, yang selalu lewat didepan-disamping-dibelakang rumah Lastri (namanya kerbau, mana tau itu depan atau belakang rumah, yang penting rumput,..iyakan?)
Perkenalan mereka berjalan mulus, tanpa kendala, sehingga timbullah benih-benih cinta dihati mereka, mata kanan dengan mati kiri bersahutan, tangan kanan dengan tangan kiri berkaitan, kaki kanan dengan kaki kiri berjajaran, sehinga seperti lepat dengan daunnya, seperti....seperti....itulah dan seterusnya.
Pada malam itu, Lastri bercerita pada ibunya, bahwa Yanto ingin meminangnya, mendengar itu Sang Janda terkejut bercampur gembira :” Alhamdulillaaah, anakku sudah dewasa rupanya, udah ada yang mau, kamu maukan Las ?”. dengan tersipu malu Lastri mengangguk sedikit dan tersipu lalu menjawab :”Ya, mau bu”
Legalah ibunya :”Mudah-mudahan berkuranglah bebanku, kan mantuku bisa bantu aku mengerjakan sawah ”, dalam hatinya
Pagi itu Lasti sedikit memaksa : ” Bu, buatkanlah aku BH (bra), seumur hidupku belum pernah memakai BH”
Sang Janda terkejut, namun dengan sedikit berlinang air mata, karena hidup yang susah, Sang Janda menjahitkan/membuatkan BH untuknya yang dibuat dari kantong tepung terigu.
Tak lama iapun dipinang oleh kekasihnya, maka resmilah mereka sebagai suami istri.
Pada malam itu, adalah malam pertama bagi kedua sejoli itu, serasa dunia milik berdua, dengan sedikit gemetar namun mesra, perlahan tapi pasti, satu persatu dibukanya kancing baju sang isteri,…namun tiba-tiba Yanto sang suami menjerit histeris dan pingsan…terkejutlah Lastri sang isteri, tapi tak lama sang suami sadar sambil nafasnya terengah-engah : ”Alamaaak…Besar kali “ .Sang isteripun terheran :”Apanya yang besar bang ? “ Sang suamipun menunjuk BH yang dipakai sang isteri :”BERAT BERSIH 50 KG”
Lastri, gadis manis yang kini telah beranjak dewasa, meski hidup serba kekurangan, selalu gembira menyambut mentari pagi, bersama burung-burung yang tak pernah batuk karena polusi, sehingga membuat hati terpikat seorang perjaka, Yanto, penggembala kerbau, yang selalu lewat didepan-disamping-dibelakang rumah Lastri (namanya kerbau, mana tau itu depan atau belakang rumah, yang penting rumput,..iyakan?)
Perkenalan mereka berjalan mulus, tanpa kendala, sehingga timbullah benih-benih cinta dihati mereka, mata kanan dengan mati kiri bersahutan, tangan kanan dengan tangan kiri berkaitan, kaki kanan dengan kaki kiri berjajaran, sehinga seperti lepat dengan daunnya, seperti....seperti....itulah dan seterusnya.
Pada malam itu, Lastri bercerita pada ibunya, bahwa Yanto ingin meminangnya, mendengar itu Sang Janda terkejut bercampur gembira :” Alhamdulillaaah, anakku sudah dewasa rupanya, udah ada yang mau, kamu maukan Las ?”. dengan tersipu malu Lastri mengangguk sedikit dan tersipu lalu menjawab :”Ya, mau bu”
Legalah ibunya :”Mudah-mudahan berkuranglah bebanku, kan mantuku bisa bantu aku mengerjakan sawah ”, dalam hatinya
Pagi itu Lasti sedikit memaksa : ” Bu, buatkanlah aku BH (bra), seumur hidupku belum pernah memakai BH”
Sang Janda terkejut, namun dengan sedikit berlinang air mata, karena hidup yang susah, Sang Janda menjahitkan/membuatkan BH untuknya yang dibuat dari kantong tepung terigu.
Tak lama iapun dipinang oleh kekasihnya, maka resmilah mereka sebagai suami istri.
Pada malam itu, adalah malam pertama bagi kedua sejoli itu, serasa dunia milik berdua, dengan sedikit gemetar namun mesra, perlahan tapi pasti, satu persatu dibukanya kancing baju sang isteri,…namun tiba-tiba Yanto sang suami menjerit histeris dan pingsan…terkejutlah Lastri sang isteri, tapi tak lama sang suami sadar sambil nafasnya terengah-engah : ”Alamaaak…Besar kali “ .Sang isteripun terheran :”Apanya yang besar bang ? “ Sang suamipun menunjuk BH yang dipakai sang isteri :”BERAT BERSIH 50 KG”
Tidak ada komentar :
Posting Komentar