Sabtu sore, wajah-wajah muda ceria, sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, untuk menyambut malam menjelang. tidak ketinggalan ’Dua Sekawan’ Anto dan Ogel, sibuk menservice motor masing-masing (kalau disini namanya kereta), karena sudah punya janji dengan pacar masing-masing.
Mereka start jam 20.00 WIB, masing-masing menuju tempat/lokasi yang telah dijanjikan yakni Pantai Cermin, Memang Pantai Cermin sangat indah malam ini, Bulan baru ’nyembul’ menambah keindahan malam menemani angin bertiup perlahan, ombak-ombak kecil ikut nimbrung bernyanyi sunyi...wah pokoknya, bagi yang lagi pacaran malam ini akan bertambah sayang pada sang pacar.
Ogel yang lagi asyik duduk-duduk dibebatuan bersama Neneng memegang perutnya : ”Aduh perutku mulas Neng”. Neneng terkejut :”Kenapa Gel” Ogel menjawab :”Ngak tau, yok turun kita”. Tanpa menjawab Neneng ditarik tangannya :”Aduh, sabar sedikit lah Gel”.Neneng membetulkan sandalnya:”Maaf, udah ngak tahan ini” Tak jauh dari situ, Anto bersama Loli melihat Ogel menarik-narik tangan Neneng dan mendengar perkataan Neneng ’Aduh sabar sedikit lah Gel’ menjadi curiga ditambah lagi perkataan Ogel ’Maaf sudah ngak tahan ini’ menjadi curiga :” Kurang ajar Ogel, mau ngapain mereka, ayo kita intip”. Anto dan Loli mengendap-endap kearah Ogel dan Neneng :” Kalau mereka macam-macam kita siram sama pasir ini” kata Loli.
Tiba-tiba tak jauh dari mereka terdengar suara Ogel : ”Ahhhh...ahh..” terdengar lagi suara Neneng :”Pelan-pelan Gel, kedengaran orang nanti”. Anto mulai marah ia dan Loli mengambil kayu dan pasir siap melemparkan kearah suara itu.
Gelap memang, namun dibantu cahaya bulan sedikit, kelihatan gubuk ukuran 1 x 1 meter dibelakang gubuk-gubuk lain sedikit bergoyang. Tak tahan Anto dan Loli melemparkan kayu dan pasir kearah gubuk kecil itu :”prasssss........prakkk” Ogel menjerit:”aduh..aduh...apa ini?” Anto betul-betul marah :”Kurang ajar kau Gel, macam-macam kau dipantei ini ya ?” Tiba-tiba Neneng datang :”Eh..ada apa ini To?” Anto terkejut :” Ngapai kalian ?” Neneng heran :”Ngapain ?...Ogel buang air tau, kalian pikir kami ngapain ?”.
Anto terduduk lemas tapi lega :” Aduh...maaf Gel, kupikir kalian...” Ogel yang lagi nongkrong memotong :” Kalian pikir aku sama Neneng gituan ya?...Too...to...gini gini aku juga anak pengajian, sama juga macam kau lah..tadi perutku mulas, jadi aku setor dululah...cuman saking leganya, tak kuasa aku menahan suara ku...he..he...he...” Ogel memperbaiki pakaiannya dan kemudian keluar dari ’persembunyiannya’ dan langsung mereka tertawa-tawa bersama.
” Yok pulang kita, udah malam, nanti kita dimarahin calon mertua....” Ogel mengajak mereka pulang, sambil menggandeng tangan Neneng, dan Neneng merasa senang mendengar perkataan Ogel tadi ’calon mertua’ ,yahh mudah-mudahan saja.
Anto dan Ogel sudah sepakat setelah mengantar pacar masing-masing mereka jumpa dikota, ditempat langganan mereka nongkrong menghabiskan malam.
Selesai mengantarkan pacarnya Anto tancap gas, ingin mendahului Ogel tiba lebih dulu ditempat nongkrong, namun tiba-tiba motornya mogok dan terpaksa berhenti.
Ia turun dari motornya dan melakukan pemeriksaan. Tiba-tiba terdengar orang menyapanya :” Kenapa To keretanya mogok ya?”. Tanpa melihat yang memanggil Anto menjawab :” Ia...kurasa businya ini banjir lagi...kau ada senter........”.Anto bertanya kearah suara tadi, sebab suara itu adalah suara yang tidak asing bagi telinganya, tapi tidak ada orang, dan matanya melihat sekeliling, tidak ada perumahan dan...:”Wah...ini komplek kuburan,..dan suara tadi......suara tadi.....alamaaak.....:” Anto pingsan.
Sementara itu Ogel, mulai gelisah, Anto tidak juga hadir ditempat mereka biasa nongkrong : ”Sudah jam 12.15, Anto kok belum nyampek ya, nanti masih ditempat pacarnya, atau ada apa-apa dijalan.....HP nya ngak diangkat,..ah kalah menang aku harus menyusul kerumah pacarnya,...udah ngak enak perasaanku”. Ogelpun mengengkol motornya..tancap gas, namun masuk perkampungan pacar mereka, motor diperlambat, dan tepat prakiraan Ogel tak jauh dari pandanganya :”Apaku bilang, pasti ada apa-apa dijalan sama kau To”. Ogel memarkirkan motornya dipinggir jalan.
Sudah terbayang dipikirannya, bahwa ia akan membawa Anto yang berlumuran darah digendong dengan kedua tangannya dan berjalan kaki dengan langkah berat menuju rumah Anto, menyerahkan kepada orang tuanya.
Tapi :” Lho keretanya ngak apa-apa, dan Anto,..eh ngak apa-apa juga” Ia periksa nafasnya :” Masih bau si Anto yang asli” pikirnya :”To...To...bangun, kenapa kau, eh kok bau pesing..kencing dicelana kau ya...kurang asam kau” Anto tersadar dari pingsannya, dan hampir menjerit lagi, namun Ogel langsung menamparnya biar sadar betul, dan lalu mereka pulang sama sama, dan anehnya kereta Anto bisa hidup tanpa kerusakan apa-apa. Setibanya dirumah Anto, Ogel bertanya :” To..Kenapa kau pingsan tadi, untung aku cepat tanggap, kalau ngak sampai pagi kau dimakan pacat..” Anto bercerita :” Gel, kau tau si Bandi teman kita yang mati tabrakan dua hari yang lalu itu, tadi menyapaku” Ogel terkejut :” Lho sudah mati kok...eh jadi itu tadi komplek kuburan ya To? Anto mengangguk, dan mengertilah si Ogel penyebab Anto pingsan :” Akupun kalo tadi tau itu komplek kuburan, mikir dua kali juga aku berhenti,..tapi kau bersihkan dululah celana kau itu, masak udah besar kok ngompol..”. Anto tersadar dan merekapun tertawa lega karena perkara sudah selesai....tunggu aja cerita berikutnya ya
Tidak ada komentar :
Posting Komentar