Laman

banner banner hot

Senin, 14 Februari 2011

Tamasya ke Parapat

Libur 2 hari, Dua Sahabat merencanakan berlibur bersama teman-teman lainnya.
Rencananya akan berlibur ke Parapat
”Kita berangkat Sabtu malam aja ya” Anto sebagai pimpinan rombongan memberi pengarahan kepada teman-teman nya :” Maksudnya agar kita sampai di Parapat, pagi hari, ingin melihat matahari pagi, setuju?”

"Setujuuuu” serempak menjawab. ”Kalau begitu kita siap-siap, oke ....rapat bubar”
Semua pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan segala sesuatunya yang diperlukan, termasuk Ogel, soalnya Noneng ’Klonengan’nya juga ikut, ia tak mau nanti malu dihadapan pacarnya itu.
Tepat jam 02.00 pagi rombongan mulai bergerak, meski mengantuk, namun tetap bersemangat, karena jarang-jarang mereka pergi bersama sekampung seperti ini.
Begitu juga Ogel :”Bah untung diizinkan mamak si Noneng, kubawa anaknya, kalau tidak, hampalah perjalananku ini ”. Anto tersenyum mendengar ocehan sahabatnya itu :”Walah kau itu, macam sulit ketemu aja kau sama si ’Klonengan’mu itu ”. Ogel menjawab :” Bukan begitu To, aku kepingin kali menyatakan perasaanku ini sama pacarku itu, maklum sudah setahun pacaran, belum pernah aku bilang seperti ’aku sayang sama kau’ atau ’hidupku hanya untukmu’ seperti itu, aku takut kalau dia ragu, ada pulak yang meminang dia, mampuslah aku”. Anto tertawa mendengar kegelisahan si Ogel.”Kok mesti ke Parapat menyatakan perasaanmu itu?”. Ogel menjawab lagi :” Kau ini macam ngak mengerti aja, inilah moment yang tepat, disatu suasana yang jarang terjadi, kalau diambin rumahnya atau dibawah pokok mangga, ngak romantis lah, macam mana kau ini”Anto tertawa lagi mendengar alasan sahabatnya itu :”Kadang-kadang otakmu bagus juga ya?” Ogel menjambak kepala Anto :” Yang kau pikirnya aku ini bodoh soal ini, cuma selama ini kusimpan ajalah, menunggu waktu yang tepat..he..he..he”. Anto Cuma geleng-geleng kepala.
Tiba-tiba Ogel menjerit tertahan :” Aduh...perutku”. Anto terkejut :”Ada apa Gel?” Ogel memegangi perutnya. Noneng, Loli pacar Anto dan teman-teman lain yang duduk didepan menoleh kebelakang :” Ada apa To?”. Anto menjawab :” Ogel perutnya sakit”. Noneng segera mendatangi Ogel :” Kenapa yang?” Noneng bertanya sambil mengoleskan balsem keperut Ogel. Perut Ogel makin ’berombak’ mendengar si Noneng memanggilnya ’sayang’ :”Bukan, bukan masuk angin, tapi.....” Noneng mengerti dan sambil tertawa tertahan ia melirik Anto yang berada disebelah Ogel :” Pak supir, tolong pinggir dulu, ada yang ’sesak’ ini” Anto langsung ambil tindakan cepat.Ogel sedikit tersenyum kepada Anto :” Terima kasihh boss” Ogel langsung melompat, berlari mencari tempat yang strategis sambil menjinjing Aqua botol besar. Ia tidak perduli lagi teman-temannya termasuk pacarnya sendiri menyorakinya.
Tepat dua puluh menit selesailah sudah, sementara teman-temannya ada yang tertidur pulas di bus, maklum pagi dini yang dingin.
Entah dapat mantera dari mana Ogel mulai ngoceh :”Mbah penunggu daerah ini, maafkan cucumu ini, kalo terkena limbah ku...sebagai pembersih biar kusiramkan air bersih ini ke limbahku..”. Lalu Ogel mengambil senter dari dalam tasnya dan disorotnyalah limbahnya tadi, tapi apa yang dilihatnya :” Waduh, kemana tinjaku,..kok ngak ada?”. Ia mulai takut dan langsung melompat lari tunggang langgang :” Toloong...toloong....”. Anto dan teman-teman yang menunggu di bus tersentak dan terkejut mendengar sayup-sayup dalam gelap pagi suara Ogel minta tolong, .... reflek Anto dan beberapa teman melompat keluar bus, namun tak berapa lama Ogel dengan nafas terengah-engah menghampiri Anto :”Ada apa Gel ?” Ogel masih sulit menjawab :” Itu...itu....” Anto tak sabar :” Hei..Gel...yang jelas ada apa ?” Agak tenang Ogel kemudian menjawab :” Itu To...itu tinjaku ngak ada...hilang ?” Anto dan teman-teman hampir serempak menjawab :”Tinja..?” Dan hampir serempak pula mereka tertawa cekikikan :” ha...ha...haa..Gel..Gel, tinja hilang kok ....”. Namun akhirnya hampir serempak pula mereka berhenti tertawa dan berfikir :” Kok..bisa hilang...hiiiii....” Mereka bergidik namun Anto mencoba menetralkan suasana :” Ah nanti kau memang ngak buang Gel, cuma buang angin..”. Ogel masih memburu nafasnya :” Ngak To, aku dari pagi tadi ngak buang air, belum lagi aku makan bakso sebelum berangkat, kurasa dua piring ada....” Anto dan teman-teman tertawa mendengar jawaban Ogel :” Sudahlah ayo naik lagi, keburu siang ” Anto berkata, namun Ogel menahan :” Aduh To, tas ku ketinggalan ”. Anto terperangah :” Aduh Gel..ayo kita kesana”. Anto mengajak Ogel kembali ketempat Ogel membuang limbahnya :” Aku takut To..”. Ogel merasa takut, termasuk beberapa teman, namun Anto menjawab :” Begini aja kita rame-rame kesana, kalau ada apa-apa kan lebih mudah mengatasinya ”. Ogel dan teman-teman setuju.
Tiba ditempat tujuan Anto menemukan tas Ogel dan apa yang dillihat nya :” Ooooh...pantaslah hilang Gel, lihat itu..” Ogel dan teman-teman melihat kearah cahaya senter yang dipegang Anto dan serempak :” Ooooooooo...babi rupanya Gel”. Ogel tersenyum malu :” Aduh,...mati aku..macam mana nanti kalo si Noneng bertanya ya?”. Mereka kembali ceria sambil menertawai Ogel yang tidak bisa bicara apa-apa lagi.
Sekian dulu lah ya....udah jam dua belas lewat dua menit..oahhhhhh ngantuk.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar