Tengah malam itu Yudi Baktil pulang berjalan kaki sendiri, maklum sang pacar agah jauh kampungnya, dan kebetulan motor miliknya ngadat.
Tepat disebuah rumah :”Aduh, bang pelan sikit”. Serrrr, berdesir darah Yudi Baktil mendengar suara manja seorang wanita :”Inikan sudah pelan-pelan, kalo cepat-cepat berdarahlah, macam mana kau itu..” Suara seorang pria.
Makin berdesir darah Yudi Baktil ditambah gemetar, sudah terbayang apa yang dilakukan oleh pemilik rumah ini.
Dengan ‘berjingkat-jingkat’ Yudi Baktil mencari lubang untuk mengintip, namun sulit mendapatkannya :”Aduh bang…sakit…aduh, pelan-pelanlah bang” Yudi makin memburu nafasnya dan berusaha mencari lubang :”Wah…sedang 'online' rupanya, waduh dimana lubangnya”. Yudi kebelakang rumah mencari tangga, sudah ‘keotak’ rasa penasarannya itu rupanya. Terdengar suara wanita itu :”Bang, dipegang-pegang gitu, geli bang”. Sang pria tertawa :”Haa...ha...ha..siapa dulu yang memegang”. Sang wanita ikut tertawa :”Udahlah bang...kandaskan saja aku tahan kok”. Yudi Bhaktil makin tergopoh :”Waduh terlambat lah ini....dan ...gedebraaaakkkk”.Tangga patah dan Yudi terjatuh :” Siapa itu..?” Terdengar suara lelaki itu. Tak pikir panjang lagi, Yudi langsung bersembunyi disemak-semak dekat rumah itu. Tak lama pria dan wanita itu muncul dan wanita itu sedikit pincang.”Wah ini pasti orang mau ngintip ...terlalu “. Mereka tertawa-tawa dan tiba-tiba :”Aduh bang...lepas bang kutilnya ”. Mendengar suara pernyataan wanita itu, Yudi baktil jadi lemas :” Hoalaah.....buang kutil rupanya,...senasib lah sama aku ”. Yudi Baktil tersenyum kecewa dan pergi berlalu. Memang senasib sama Yudi sebab gelar Baktil itu adalah Banyak Kutil.........sekian bro & sis, sampai jumpa dicerita lain.
Tepat disebuah rumah :”Aduh, bang pelan sikit”. Serrrr, berdesir darah Yudi Baktil mendengar suara manja seorang wanita :”Inikan sudah pelan-pelan, kalo cepat-cepat berdarahlah, macam mana kau itu..” Suara seorang pria.
Makin berdesir darah Yudi Baktil ditambah gemetar, sudah terbayang apa yang dilakukan oleh pemilik rumah ini.
Dengan ‘berjingkat-jingkat’ Yudi Baktil mencari lubang untuk mengintip, namun sulit mendapatkannya :”Aduh bang…sakit…aduh, pelan-pelanlah bang” Yudi makin memburu nafasnya dan berusaha mencari lubang :”Wah…sedang 'online' rupanya, waduh dimana lubangnya”. Yudi kebelakang rumah mencari tangga, sudah ‘keotak’ rasa penasarannya itu rupanya. Terdengar suara wanita itu :”Bang, dipegang-pegang gitu, geli bang”. Sang pria tertawa :”Haa...ha...ha..siapa dulu yang memegang”. Sang wanita ikut tertawa :”Udahlah bang...kandaskan saja aku tahan kok”. Yudi Bhaktil makin tergopoh :”Waduh terlambat lah ini....dan ...gedebraaaakkkk”.Tangga patah dan Yudi terjatuh :” Siapa itu..?” Terdengar suara lelaki itu. Tak pikir panjang lagi, Yudi langsung bersembunyi disemak-semak dekat rumah itu. Tak lama pria dan wanita itu muncul dan wanita itu sedikit pincang.”Wah ini pasti orang mau ngintip ...terlalu “. Mereka tertawa-tawa dan tiba-tiba :”Aduh bang...lepas bang kutilnya ”. Mendengar suara pernyataan wanita itu, Yudi baktil jadi lemas :” Hoalaah.....buang kutil rupanya,...senasib lah sama aku ”. Yudi Baktil tersenyum kecewa dan pergi berlalu. Memang senasib sama Yudi sebab gelar Baktil itu adalah Banyak Kutil.........sekian bro & sis, sampai jumpa dicerita lain.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar