Laman

banner banner hot

Jumat, 11 Maret 2011

Senasib

Tengah malam itu Yudi Baktil pulang berjalan kaki sendiri, maklum sang pacar agah jauh kampungnya, dan kebetulan motor miliknya ngadat.
Tepat disebuah rumah :”Aduh, bang pelan sikit”. Serrrr, berdesir darah Yudi Baktil mendengar suara manja seorang wanita :”Inikan sudah pelan-pelan, kalo cepat-cepat berdarahlah, macam mana kau itu..” Suara seorang pria.

Makin berdesir darah Yudi Baktil ditambah gemetar, sudah terbayang apa yang dilakukan oleh pemilik rumah ini.
Dengan ‘berjingkat-jingkat’ Yudi Baktil mencari lubang untuk mengintip, namun sulit mendapatkannya :”Aduh bang…sakit…aduh, pelan-pelanlah bang” Yudi makin memburu nafasnya dan berusaha mencari lubang :”Wah…sedang 'online' rupanya, waduh dimana lubangnya”. Yudi kebelakang rumah mencari tangga, sudah ‘keotak’ rasa penasarannya itu rupanya. Terdengar suara wanita itu :”Bang, dipegang-pegang gitu, geli bang”. Sang pria tertawa :”Haa...ha...ha..siapa dulu yang memegang”. Sang wanita ikut tertawa :”Udahlah bang...kandaskan saja aku tahan kok”. Yudi Bhaktil makin tergopoh :”Waduh terlambat lah ini....dan ...gedebraaaakkkk”.Tangga patah dan Yudi terjatuh :” Siapa itu..?” Terdengar suara lelaki itu. Tak pikir panjang lagi, Yudi langsung bersembunyi disemak-semak dekat rumah itu. Tak lama pria dan wanita itu muncul dan wanita itu sedikit pincang.”Wah ini pasti orang mau ngintip ...terlalu “. Mereka tertawa-tawa dan tiba-tiba :”Aduh bang...lepas bang kutilnya ”. Mendengar suara pernyataan wanita itu, Yudi baktil jadi lemas :” Hoalaah.....buang kutil rupanya,...senasib lah sama aku ”. Yudi Baktil tersenyum kecewa dan pergi berlalu. Memang senasib sama Yudi sebab gelar Baktil itu adalah Banyak Kutil.........sekian bro & sis, sampai jumpa dicerita lain.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar