Si Tumin :
Mengayuh sepeda membeli celana
Membeli celana dipasar malam
Aku punya bini dua
Tapi tak bisa hidup tenteram
Si Karim :
Keladang pagi dingin terasa
Memakai handuk dingin diredam
Abang ini lain pula caranya
Sampai bungkuk tak mungkin tenteram
Si Tumin :
Kaki terseok diserang binatang
Luka menganga ditutup balsam
Tapi kutengok orang diseberang
Tiga bininya hidup tenteram ?
Si Karim :
Galau kalbu tingkahpun sumbang
Berang menyapa memanggil duka
Kalau itu lainlah bang
Orangnya kaya adil dan bijaksana
Si Tumin (marah)
Satu kikir meratakan besi
Besi diskrap lalu direndam
Kau pikir orang macam apa aku ini
Tak bisa hidup tenteram ?
Si Karim :
Malam terang menjadi kelam
Datang awan mendung kelabu
Macam abang mau tenteram
Pulang kepagian langsung kekelambu
Si Tumin marah :”Kepala kau lah Rim”
Mengayuh sepeda membeli celana
Membeli celana dipasar malam
Aku punya bini dua
Tapi tak bisa hidup tenteram
Si Karim :
Keladang pagi dingin terasa
Memakai handuk dingin diredam
Abang ini lain pula caranya
Sampai bungkuk tak mungkin tenteram
Si Tumin :
Kaki terseok diserang binatang
Luka menganga ditutup balsam
Tapi kutengok orang diseberang
Tiga bininya hidup tenteram ?
Si Karim :
Galau kalbu tingkahpun sumbang
Berang menyapa memanggil duka
Kalau itu lainlah bang
Orangnya kaya adil dan bijaksana
Si Tumin (marah)
Satu kikir meratakan besi
Besi diskrap lalu direndam
Kau pikir orang macam apa aku ini
Tak bisa hidup tenteram ?
Si Karim :
Malam terang menjadi kelam
Datang awan mendung kelabu
Macam abang mau tenteram
Pulang kepagian langsung kekelambu
Si Tumin marah :”Kepala kau lah Rim”
Nah kalo nak berbini dua tu, jangan malas..
BalasHapusitulah tok....berbini lebih dicari.....rezeki berlari-lari.....bangun dan sore hari
BalasHapus