Temanku bercerita......ini ceritanya
Malam hari...abis bermalam minggu, aku balik kerumah kostku, rumah yang sangat sederhana, namun bersih yang kami sewa bersama teman2ku yang saat ini pulang kekampung halaman masing-masing...tinggal aku sendiri...sepi.
Tiba-tiba aku mendengar suara cekikikan dari dalam rumah kost ku.
”Lho kok ada orang didalam...siapa ya?” aku mulai pasang kuda-kuda karate ku, manatau bila diperlukan (kebetulan pernah belajar karate sampe ban hijau...lumayanlah)
”Hik...hik...hik....auwww” terdengar suara cekikikan. “Bah...suara perempuan..tidak sendiri pulak itu...eh didalam kamarku” pikirku.Ngeri ngeri sedap ”Kuntilanak pulak nanti...hiiiii” Bulu romaku berdiri...takut.
Namun kuberanikan diriku, sambil baca ’ayatul kursi sebanyak 3 kali’, aku melangkah maju mengintip dari lobang kunci pintu kamarku.
”Astaghfirullah.......”.Kulihat dua orang..laki-laki dan perempuan..namun kok seperti anak kecil melompat-lompat diatas tempat tidurku, kulihat baju-bajuku kain sarungku berserakan ”Wah...siapa ini?” aku bingung.
Melihat keadaan kamarku seperti itu aku mulai panas, kudobrak aja pintu kamarku ”Braaaak...” Kubuka mulai jurus karateku, namun kedua orang itu malah tertawa
”Hik...hik...hik...sudah pulang kau Mardan ” Bah si Mardan pulak namaku ”Siapa kalian ha?”. Kupegang saja kerah baju silaki-laki itu, eh malah ngomong ”Jangan begitu kau Mardan sama ayah kau ” kata yang perempuan ”Masak tak tau kau, kami orang tuamu, yang mencari kau, kau kan hilang?”. Waduh orang gila rupanya, aku mulai ngeri, kalau-kalau mereka nekat menghajarku, akupun pura-pura mengiyakan, dan merekapun memelukku erat-erat, geli rasanya, bau badan mereka ’12 macam yang busuk-busuk”.
Merekapun membuka bajuku ”Ayo mandi sana” Aku agak bergidik juga, mereka membuka pakaianku ”Udah besar kau rupanya” Mereka mulai menelanjangiku seperti anak kecil. Akupun berusaha lepas dari pegangan mereka ”Iya mak, aku mandi dulu ya” Agak berlari aku langsung keluar rumah mencari petolongan. Tak lama aku kembali bersaa pak RT dan lima warga lainnya.”Oh...ini orang gila yang lari dari Rumah Sakit Jiwa Man (namaku Suparman), ayo kita bawa kerumah sakit”. Pak RT memerintahkan kepada warganya, sambil bercanda ”Diapainya kau Man” Aku menjawab ”Mau dimandikan mereka aku, dibukanya pakaiannku...hiiiii” pak RT dan warganya tertawa sambil berlalu pergi membawa kedua orang gila itu.
”Ih... nasiiib...nasib..pintu tak kukunci rupanya, untung saja orang gila yang masuk, kalu orang waras....habis duitku dilemari yang kusimpan..mana pacarku ngambek...hm”
Begtulah ceritanya..semoga menghibur.
Malam hari...abis bermalam minggu, aku balik kerumah kostku, rumah yang sangat sederhana, namun bersih yang kami sewa bersama teman2ku yang saat ini pulang kekampung halaman masing-masing...tinggal aku sendiri...sepi.
Tiba-tiba aku mendengar suara cekikikan dari dalam rumah kost ku.
”Lho kok ada orang didalam...siapa ya?” aku mulai pasang kuda-kuda karate ku, manatau bila diperlukan (kebetulan pernah belajar karate sampe ban hijau...lumayanlah)
”Hik...hik...hik....auwww” terdengar suara cekikikan. “Bah...suara perempuan..tidak sendiri pulak itu...eh didalam kamarku” pikirku.Ngeri ngeri sedap ”Kuntilanak pulak nanti...hiiiii” Bulu romaku berdiri...takut.
Namun kuberanikan diriku, sambil baca ’ayatul kursi sebanyak 3 kali’, aku melangkah maju mengintip dari lobang kunci pintu kamarku.
”Astaghfirullah.......”.Kulihat dua orang..laki-laki dan perempuan..namun kok seperti anak kecil melompat-lompat diatas tempat tidurku, kulihat baju-bajuku kain sarungku berserakan ”Wah...siapa ini?” aku bingung.
Melihat keadaan kamarku seperti itu aku mulai panas, kudobrak aja pintu kamarku ”Braaaak...” Kubuka mulai jurus karateku, namun kedua orang itu malah tertawa
”Hik...hik...hik...sudah pulang kau Mardan ” Bah si Mardan pulak namaku ”Siapa kalian ha?”. Kupegang saja kerah baju silaki-laki itu, eh malah ngomong ”Jangan begitu kau Mardan sama ayah kau ” kata yang perempuan ”Masak tak tau kau, kami orang tuamu, yang mencari kau, kau kan hilang?”. Waduh orang gila rupanya, aku mulai ngeri, kalau-kalau mereka nekat menghajarku, akupun pura-pura mengiyakan, dan merekapun memelukku erat-erat, geli rasanya, bau badan mereka ’12 macam yang busuk-busuk”.
Merekapun membuka bajuku ”Ayo mandi sana” Aku agak bergidik juga, mereka membuka pakaianku ”Udah besar kau rupanya” Mereka mulai menelanjangiku seperti anak kecil. Akupun berusaha lepas dari pegangan mereka ”Iya mak, aku mandi dulu ya” Agak berlari aku langsung keluar rumah mencari petolongan. Tak lama aku kembali bersaa pak RT dan lima warga lainnya.”Oh...ini orang gila yang lari dari Rumah Sakit Jiwa Man (namaku Suparman), ayo kita bawa kerumah sakit”. Pak RT memerintahkan kepada warganya, sambil bercanda ”Diapainya kau Man” Aku menjawab ”Mau dimandikan mereka aku, dibukanya pakaiannku...hiiiii” pak RT dan warganya tertawa sambil berlalu pergi membawa kedua orang gila itu.
”Ih... nasiiib...nasib..pintu tak kukunci rupanya, untung saja orang gila yang masuk, kalu orang waras....habis duitku dilemari yang kusimpan..mana pacarku ngambek...hm”
Begtulah ceritanya..semoga menghibur.
Itulah ....jangan lupa kunci pintu, untung orang gila yang masuk..kalu orang waras...habislah kau
BalasHapus