Laman

banner banner hot

Kamis, 12 Januari 2012

Doa anak kecil

Budi heran mendengar do’a anaknya Sita yang masih berusia 4 tahun ketika akan tidur : ”Ya Allah lindungi ibu, lindungi ayah, lindungi nenek dan terimalah kakek esok hari”.
Esok harinya, terjadi peristiwa yang menyedihkan, kakek anaknya yaitu ayah Budi meninggal dunia.

Budi berfikir :”Ooooo….ini rupanya yang terjadi…”
Sebulan setelah kepergian ayahnya, Budi mendengar do’a aneh anaknya lagi :”Ya Allah, lindungi ibu, lindungi ayah, terima lah nenek 3 hari lagi..”
Budi sangat terkejut mendengar do’a itu :” Jangan jangan…..”. Benar apa yang dipikirnya, 3 hari kemudian,pagi-pagi ia melihat nenek Sita, yaitu ibunya sendiri telah meninggal dunia.
Begitulah telah terbukti 2 kali anaknya berdo’a seperti itu.
Suatu malam anaknya berdo’a lagi, sambil menangis :”Ya Allah, lindungi ibu, terimalah ayah besok jam 3 sore “.
‘Seeerrrrrrr’ darah Budi mendengar do’a itu, ia mulai panik. Malam itu ia tak bisa tidur, pusing badan kekanan, pusing badan kekiri, gelisah….
Ia bangunkan istrinya :”Sri, kemungkinan besok jam 3, aku dipanggil yang kuasa”
Sri sang istri heran :”Lo kok tau mau meninggal..?”. Ia menjawab :” Soalnya 2 doa si Sita anak kita tepat kejadiannya tentang meninggalnya ayah sama ibuku”. Sri sang istri diam saja dan tidur lagi.
Pagi-pagi sewaktu akan berangkat kekantor, dengan wajah kusam karena kurang tidur, sampai lupa dimana kunci mobil, ternyata disaku celana, sepatu kanan dipakai kaki kiri, kaki kiri memakai sepatu kanan, resluiting celana masih terbuka, pintu mobil ditarik-tarik, ternyata masih terkunci…pokoke..bingung dan linglung.
Dikantor, ia menatapi teman kerjanya satu persatu, lalu meminta maaf kalau ada kesalahan, kemudian mengumpulkan milik pribadinya untuk dibawa pulang, membuat teman-teman kantornya pada heran.
Sebelum jam 3 (sesuai do’a anaknya), ia pulang menuju rumah:”bagaimanapun aku harus berakhir dirumah..” pikirnya.
Namun ditengah jalan ban mobilnya beledos alias bocor, dengan perasaan terkejut ia keluar mobil dan dilihatnya sudah hampir jam 3, tanpa mikir masih ditengah jalan ia menengadah bermohon kepadaNYA : “Ya Allah, ampuni aku ya Allah, ampuni aku…dst..” Orang-orang yang melihat tingkahnya geleng-geleng kepala.
‘Kliring---kliring---kliring’, bel HP yang disetelnya jam 3 berdering, ia siap-siap untuk dicabut nyawanya oleh malaikat, namun semenit, 2 menit, 3 menit..belum terjadi dan ‘Kriiiing’ bel HP berdering, membuat ia terkejut, ternyata dari istrinya :” Bang cepatlah pulang”. Terkejut campur aduk :”Ada apa Sri…?”. Dengan terisak-isak Sri menjawab :”Tepat jam 3 tadi Tono supir abang tersengat listrik di dapur, dan sekarang meninggal bang..”
Mata Budi melotot :”Aaapaaaaa ???????????...”

2 komentar :

  1. Balasan
    1. bau busuk ditutupi macam mana juga, baunya pasti kelua tok...ha ha ha

      Hapus