Sudah dirasa sembuh dari kecelakaan yang dialaminya, sore itu Mursalim kembali kerumah kostnya setelah beberapa minggu mendekam di rumah sakit.
Dengan wajah berseri di angkot ia membayangkan akan menjalani kehidupannya seperti dulu :”Duh assyyikkk banget bisa nonton bola didepan TV..
dirumah sakit makan bubuuuur melulu…..pengen ngemil kacang,minum kopi gak dikasi…glegggh “. Ilernya sampai keluar membayangkan itu.
Sebelum masuk rumah, ia membeli segala keperluan cemilannya. Berhubung acara yang dinantinya tengah malam baru mulai, ia langsung tidur dulu disamping kecapean kali .
Satu jam sebelum acara bola di TV ia bangun, cuci muka aja langsung ngeluarin cemilan kacang-kacangan yang dibelinya tadi…buat kopi..jreggg..duduk dikursi rotan…
Mata tak terlepas dari TV…dengan seenaknya ia menggigit untuk mengupas kacang tadi :” Claakkkk….adduuuuh….kenapa ini…aih berdarah pulak itu..”.Buru-buru ia kecermin melihat penyebab mulutnya berdarah..:” Alamak…mati aku…yang sudah tak adanya gigiku lagi…..adduuuh maakkk…ompong aku rupanya”
Dengan wajah berseri di angkot ia membayangkan akan menjalani kehidupannya seperti dulu :”Duh assyyikkk banget bisa nonton bola didepan TV..
dirumah sakit makan bubuuuur melulu…..pengen ngemil kacang,minum kopi gak dikasi…glegggh “. Ilernya sampai keluar membayangkan itu.
Sebelum masuk rumah, ia membeli segala keperluan cemilannya. Berhubung acara yang dinantinya tengah malam baru mulai, ia langsung tidur dulu disamping kecapean kali .
Satu jam sebelum acara bola di TV ia bangun, cuci muka aja langsung ngeluarin cemilan kacang-kacangan yang dibelinya tadi…buat kopi..jreggg..duduk dikursi rotan…
Mata tak terlepas dari TV…dengan seenaknya ia menggigit untuk mengupas kacang tadi :” Claakkkk….adduuuuh….kenapa ini…aih berdarah pulak itu..”.Buru-buru ia kecermin melihat penyebab mulutnya berdarah..:” Alamak…mati aku…yang sudah tak adanya gigiku lagi…..adduuuh maakkk…ompong aku rupanya”
Tidak ada komentar :
Posting Komentar