Seorang
bapak tua menulis surat ke anaknya
Samidon yang sedang dipenjara karena dituduh jual minuman oplosan. Begini isi
suratnya :
Bapak : "Mid,
kapan kamu bisa pulang ini waktunya tanam ubi, bapak sudah tua, sudah nggak
kuat macul"
Dan begitu
baca surat dari bapaknya si Samidon jadi sedih.
Sementara
itu 3 orang maling kambuhan , kawan satu selnya sudah habis masa tahanannya dan
akan bebas dari penjara....sedikit harapan, Samidonpun segera membalas surat
itu ke bapaknya yang isinya :
"Bapak
tolong jangan di cangkuli kebon kita, karena disitu aku nyimpan peti duit .
Jadi jangan dicangkul ini pesan saya"
Surat itu ia
berikan kepada Brodjol , salah seorang
maling kambuhan yang mau bebas.
Samidon :
“Brod..aku minta tolong sama kau, kasikan surat ini ke bapakku ya...penting”
Brodjol : “wah
penting?...yup..oke pren...nanti aku kasikan ke bapakmu”
Dan surat
tersebut ternyata tidak sampai ke bapaknya karena Brodjol membuangnya. Pada
malam hari Brodjol dan 2 orang teman penjaranya yang sama2 udah bebas
itu..mendatangi kebonnya si Samidon, dan mencari duit yang disimpan Samidon di
kebon itu.
Pagi-pagi
bapaknya Samidon datang kekebun itu dan terkejut, kebonnya udah dipacul semua
Bapaknya
lalu mengirim surat ke anaknya lagi :
Bapak: "Mid,
bapak heran...kebon kita udah dipaculin semua...ada malaikat kali ya yang
membantu macul kebon kita?”
Sambil
senyum kemenangan si Samidon segera membalas :
Samidon : "Ya
pak, sekarang bapak udah bisa menanam ubinya kan?" (dalam hati “rasain lu
Brod”)
Brodjol :”Kok nggak ketemu ya !?.....”
Tidak ada komentar :
Posting Komentar