Parto mau melamar kerja jadi penjaga rel kereta api…ia
dipanggil menghadap Pak Anton, kepala bagian, untuk test wawancara.
Pak Anton : “Seandainya ada dua kereta api berjalan pada jalur rel yang sama, tindakan apa yang akan kamu lakukan?”
Pak Anton : “Seandainya ada dua kereta api berjalan pada jalur rel yang sama, tindakan apa yang akan kamu lakukan?”
Parto: “Saya akan pindahkan salah satu kereta ke jalur rel
yang lain”
Pak Anton: “Kalau handle jalur rel untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan kamu lakukan?”
Parto: “Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual.”
Pak Anton: “Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?”
Parto: “Saya akan balik ke pos dan menelpon stasiun terdekat.”
Pak Anton: “Kalau telponnya lagi dipakai?”
Parto: “Saya akan lari ke telpon umum terdekat?”
Pak Anton: “Kalau rusak?”
Parto: “Saya akan pulang kerumah”
Pak Anton: “Lha..kok pulang?”
Pak Anton: “Kalau handle jalur rel untuk mengalihkan rel-nya rusak, apa yang akan kamu lakukan?”
Parto: “Saya akan turun ke rel dan membelokkan relnya secara manual.”
Pak Anton: “Kalau macet atau alatnya rusak bagaimana?”
Parto: “Saya akan balik ke pos dan menelpon stasiun terdekat.”
Pak Anton: “Kalau telponnya lagi dipakai?”
Parto: “Saya akan lari ke telpon umum terdekat?”
Pak Anton: “Kalau rusak?”
Parto: “Saya akan pulang kerumah”
Pak Anton: “Lha..kok pulang?”
Parto: “Saya akan menjemput kakek saya”
Pak Anton : “Untuk apa?”
Parto: “Untuk melihat kereta api tabrakan, karena kakek saya yang udah 80 tahun belum pernah melihat kereta api tabrakan…”
Parto: “Untuk melihat kereta api tabrakan, karena kakek saya yang udah 80 tahun belum pernah melihat kereta api tabrakan…”
Pak Anton: “Hahhh!!??”
Tidak ada komentar :
Posting Komentar