Laman

banner banner hot

Kamis, 13 April 2017

Gara-gara ongkos



Seorang Nenek berkaca mata teba, sedikit terkantuk-kantuk naik Bus jurusan Perbaungan – Medan
Ditengah perjalanan..Si Ucok sebagai kenek, meminta ongkos kepada nenek.
Ucok : “Nek…tolong ongkosna…”

Dengan perlahan lahan pasti, tangannya ingin mengambil tasnya yang ia letakkan disebelahnya, dan membuka resluitingnya untuk mengambil uangnya
Karena matanya yang sudah rabun si Nenek belum menemukan uangnya.
Nenek: “Ntar ya nak…. belum ketemu nih.”
Ucok : “ Oh iya nek …” Dengan sabar Ucok melanjutkan ke penumpang yang lain.
Nenek : “Eh kemana kutaruk duitnya tadi ya” nenk bergumam sambil membuka resluiting dan menutupnya kembali
Tak lama kemudian si Ucok kembali menagih si nenek
Ucok : “Sudah ada ongkos nya nek ?”
Si Nenek yang rabun kembali membuka retsleting dan mencari-cari uangnya… namun belum ketemu juga
Nenek: “Waduh maaf nak, belum ketemu, sabar ya...”
Begitu terus beberapa kali. Akhirnya si Togar …penumpang yang duduk persis di sebelah tas si Nenek berkata
Togar : “Maaf lah nenek… aku bayarin aja ya..”
Kemudian Togar tanpa menunggu jawaban nenek mengeluarkan uang 3 lembar lima ribuan dan memberikanya kepada Ucok.
Si Ucok terharu dan bangga terhadap sikap si Togar.
Ucok : “omantang… baik kali kau lae ..jarang2 orang kayak kau ni”
Demikian juga si Nenek menjadi terharu…..
Nenek: “Aduh nak kamu baik sekali, terima kasih ya”
Togar: “Nggak apa apalah nek, daripada gara-gara uang 15 ribu resluiting celana aku lepas dibuat naik turun dibuka-tutup bolak balik dan di aduk aduk mending aku bayarin lah…. lama-lama ngilu juga.”
Nenek : “ee.. iya ya…..duh…”

Tidak ada komentar :

Posting Komentar