Dua orang bersahabat baru bertemu lagi setelah selama liburan sekolah masing-masing pulang kampung, yang satu pulang ke Jawa dan satu lagi ke Padang Sidempuan.
Seperti biasa, kalau tidak ada kegiatan mereka pergi memancing disungai kecil ditepi sawah tidak jauh dari rumah mereka. Sudah lama bersahabat sehingga mereka membuat geng sendiri yang mereka beri nama ’DUO TOGEL’ diambil dari nama-nama mereka MarwanTO Putra Sanjaya (panggilan Anto) dan GELombang Telaga Biru (panggilan Ogel). Masih sama-sama sekolah di SMU. Keduanya sering bersaing dalam hal apapun, berpakaian, belajar, membual, dan.... semuanyalah, namun mereka tidak pernah berselisih paham
Anto mulai membuka pembicaraan :” Gel, macammana liburannya, enak ngak?”. Ogel menjawab santai :” Yang pasti enak dong, pulang kampung.....kau macammana di Jawa ada pengalaman baru ngak ?”. tanya Ogel balas bertanya sambil senyum :” Wah banyak sekali pengalaman yang kudapat, belum lagi selama perjalanan, sudah banyak yang berubah dari aku pulang beberapa tahun yang lalu..” Ogel langsung jawab :” Iyalah..dulu kau pulang jaman Pak Harto, sekarang jaman pak SBY, ya pasti banyak perubahan laaa, macammana kau..” Anto tersenyum melihat logat batak si Ogel keluar.
”Tapi Gel, diantara semua itu ada satu peristiwa yang sangat unik, dan tetap dirahasiakan oleh orang-orang kampungku, karena takut dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ”. Ogelpun melihat raut wajah serius temannya itu :” Apa itu ?”, Ogel bertanya :” Begini, kau tau kan Pakde ku yang datang beberapa bulan yang lalu kesini?”.
”Tau...tau..kenapa rupanya” Anto menyambung lagi :” Nah, dibelakang rumah pakde ku itulah, peristiwa itu terjadi”. Anto berhenti sejenak :” Pakde ku ada menanam pisang barangan”. Ogel langsung menjawab :” Yaa, kalau itu sudah biasa lah, disini juga banyak itu”. Sambil memegang tangan Ogel , Anto menjawab :” Itulah kau tu, belum selesai orang cerita,memotong pembicaraan saja kau, begini, semula pohon pisang itu tumbuh wajar hingga keluar jantungnya, tapi ada satu pisang diantara pisang-pisang yang lain, membesar luar biasa hingga panjangnya lebih kurang sepanjang dan sebesar bangunan menara Monas, kau tau kan Monas ?” Ogel mengangguk antara percaya dengan tidak :” Tapi Gel jangan kau ceritakan sama orang-orang ya, nanti aku diserbu orang diminta untuk mengantarkan aku kesana, mati aku nanti dibunuh orang kampungku, sebab sekarang pisang itu sudah jadi sumber penghasilan mereka sekampung..” Anto melirik temannya, dilihatnya Ogel melihatnya juga :”Enggak la, kupegang rahasia kau itu, tapi kok jadi sumber penghasilan kau bilang, macammana itu ?” Anto pun menyambung ceritanya :” Orang kampungku sekarang punya Home Industri pisang goreng yang dijual keluar daerah, dan pisang itu biarpun sudah dikorek, disayat tetap utuh lagi, sehingga tak ada habisnya.....udah ya pulang kita yok, sudah sore, jadikan kita pegi kekota besok, buku-buku belum kubeli” Ogelpun menjawab :” Jadilah...aku juga perlu buku baru”.Merekapun pulang.
Malam hari Ogel tak bisa tidur mendengar cerita sahabatnya itu :” Apa mungkin ya, ah kurasa bohong si Anto itu, tapi kepingin pulak aku melihat pisang itu...tapi tengok besoklah,...woaaahhhh, ngantuk aku....zzzzzzz ” Ogel tertidur.
Pagi hari dua bersahabat itu pergi kekota untuk berbelanja keperluan sekolah.
Tiba dikota, mereka melihat Truck mengangkut besi-besi bekas kearah kota Medan, Anto bertanya kepada Ogel :” Gel, buat apa besi-besi bekas itu ya?” atas pertanyaan itu, tiba-tiba timbul ide dibenak Ogel untuk membuktikan kebenaran cerita si Anto semalam, dan Ogelpun menjawab seenaknya aja :” Kudengar untuk membuat sebuah kuali, jadi dari seluruh pelosok Sumatera Utara ini dikumpulkan besi-besi bekas tersebut, takut kekurangan bahan”.Anto mulai tertarik mendengar cerita si Ogel :”Sebesar apa, mau dibuat kuali itu Gel?”. Ogel merasa geli mendengar pertanyaan ’dongok’ temannya itu ”Kena kau, belum tau kau sama aku”. pikirnya,Ogelpun menjawab pertanyaan temannya itu :” Ya, Kira-kira sebesar Danau Toba lah ”. Anto terperanjat heran :” Hah !?, buat apa Kuali sebesar itu Gel ?”. Sambil menahan ketawanya Ogel menjawab :” Ya, untuk menggoreng pisang barangan Pakdemu itu lah ha..ha...haaaaa” Ogel tak dapat menahan ketawanya dan Anto memelototkan matanya, tersadar bahwa Ogel membalas bualannya semalam....:”draw lagi 2-2” pikirnya. Dan merekapun berangkulan sambil tertawa-tawa....sekian dulu tunggu bualan mereka yang ke 3 ya ?...
Anto mulai membuka pembicaraan :” Gel, macammana liburannya, enak ngak?”. Ogel menjawab santai :” Yang pasti enak dong, pulang kampung.....kau macammana di Jawa ada pengalaman baru ngak ?”. tanya Ogel balas bertanya sambil senyum :” Wah banyak sekali pengalaman yang kudapat, belum lagi selama perjalanan, sudah banyak yang berubah dari aku pulang beberapa tahun yang lalu..” Ogel langsung jawab :” Iyalah..dulu kau pulang jaman Pak Harto, sekarang jaman pak SBY, ya pasti banyak perubahan laaa, macammana kau..” Anto tersenyum melihat logat batak si Ogel keluar.
”Tapi Gel, diantara semua itu ada satu peristiwa yang sangat unik, dan tetap dirahasiakan oleh orang-orang kampungku, karena takut dicuri oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab ”. Ogelpun melihat raut wajah serius temannya itu :” Apa itu ?”, Ogel bertanya :” Begini, kau tau kan Pakde ku yang datang beberapa bulan yang lalu kesini?”.
”Tau...tau..kenapa rupanya” Anto menyambung lagi :” Nah, dibelakang rumah pakde ku itulah, peristiwa itu terjadi”. Anto berhenti sejenak :” Pakde ku ada menanam pisang barangan”. Ogel langsung menjawab :” Yaa, kalau itu sudah biasa lah, disini juga banyak itu”. Sambil memegang tangan Ogel , Anto menjawab :” Itulah kau tu, belum selesai orang cerita,memotong pembicaraan saja kau, begini, semula pohon pisang itu tumbuh wajar hingga keluar jantungnya, tapi ada satu pisang diantara pisang-pisang yang lain, membesar luar biasa hingga panjangnya lebih kurang sepanjang dan sebesar bangunan menara Monas, kau tau kan Monas ?” Ogel mengangguk antara percaya dengan tidak :” Tapi Gel jangan kau ceritakan sama orang-orang ya, nanti aku diserbu orang diminta untuk mengantarkan aku kesana, mati aku nanti dibunuh orang kampungku, sebab sekarang pisang itu sudah jadi sumber penghasilan mereka sekampung..” Anto melirik temannya, dilihatnya Ogel melihatnya juga :”Enggak la, kupegang rahasia kau itu, tapi kok jadi sumber penghasilan kau bilang, macammana itu ?” Anto pun menyambung ceritanya :” Orang kampungku sekarang punya Home Industri pisang goreng yang dijual keluar daerah, dan pisang itu biarpun sudah dikorek, disayat tetap utuh lagi, sehingga tak ada habisnya.....udah ya pulang kita yok, sudah sore, jadikan kita pegi kekota besok, buku-buku belum kubeli” Ogelpun menjawab :” Jadilah...aku juga perlu buku baru”.Merekapun pulang.
Malam hari Ogel tak bisa tidur mendengar cerita sahabatnya itu :” Apa mungkin ya, ah kurasa bohong si Anto itu, tapi kepingin pulak aku melihat pisang itu...tapi tengok besoklah,...woaaahhhh, ngantuk aku....zzzzzzz ” Ogel tertidur.
Pagi hari dua bersahabat itu pergi kekota untuk berbelanja keperluan sekolah.
Tiba dikota, mereka melihat Truck mengangkut besi-besi bekas kearah kota Medan, Anto bertanya kepada Ogel :” Gel, buat apa besi-besi bekas itu ya?” atas pertanyaan itu, tiba-tiba timbul ide dibenak Ogel untuk membuktikan kebenaran cerita si Anto semalam, dan Ogelpun menjawab seenaknya aja :” Kudengar untuk membuat sebuah kuali, jadi dari seluruh pelosok Sumatera Utara ini dikumpulkan besi-besi bekas tersebut, takut kekurangan bahan”.Anto mulai tertarik mendengar cerita si Ogel :”Sebesar apa, mau dibuat kuali itu Gel?”. Ogel merasa geli mendengar pertanyaan ’dongok’ temannya itu ”Kena kau, belum tau kau sama aku”. pikirnya,Ogelpun menjawab pertanyaan temannya itu :” Ya, Kira-kira sebesar Danau Toba lah ”. Anto terperanjat heran :” Hah !?, buat apa Kuali sebesar itu Gel ?”. Sambil menahan ketawanya Ogel menjawab :” Ya, untuk menggoreng pisang barangan Pakdemu itu lah ha..ha...haaaaa” Ogel tak dapat menahan ketawanya dan Anto memelototkan matanya, tersadar bahwa Ogel membalas bualannya semalam....:”draw lagi 2-2” pikirnya. Dan merekapun berangkulan sambil tertawa-tawa....sekian dulu tunggu bualan mereka yang ke 3 ya ?...
Tidak ada komentar :
Posting Komentar