Dua Sahabat, seperti biasa kalau tidak ada kegiatan, pada siang hari pulang sekolah mereka pergi kebelakang rumah Anto, untuk memancing dan biasanya batang pancing atau ‘joran’ dipacakkan dan merekapun mengembang tikar dibawah pohon rindang dan kalau sudah seperti itu perlahan tapi pasti mereka akan tertidur....zzzzz.
Dalam keheningan siang terik itu, burung-burung enggan berkicau, namun angin bertiup sepoi, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggil-manggil nama Ogel :”Gelombang Telaga Biru......sini dong...hik..hik..hik..”.Ogel terbangun :”Eh..siapa yang memanggil nama lengkapku,..pasti cewek dari kampungku yang datang itu,....suaranya enak lagi didengar mana ya?”. Ogel mencari-cari arah suara itu, namun belum kelihatan juga, ia pun berjalan mencari-cari, masih belum kelihatan juga :” Gelombang...aku disini..hik...hik...hik”. Ogel ‘celingukan’ kesana kemari dan terkejutlah ia melihat seekor ikan emas besar memandangnya :” Bah, ‘babiat’ menerkam ‘babiat’ memangsa....kau yang ngomong itu ya?”.Ogel latah bertanya takut plus gemetar :”Eh, kenapa kakiku ini gemetar ?” Ikan itu menjawab :”Benar Gel, tidak usah takut, aku ini sebenarnya seorang manusia juga seperti kau, tapi disumpah oleh situkang sihir menjadi ikan Mas ”. Lega sedikit Ogel mendengar jawaban itu :” Oh, begitu...lalu kenapa kau disumpah jadi ikan emas?” Ikan itupun mulai bercerita :” Begini Gel....”. Ogel memotong :”Eh, nanti dulu cerita kau, kok tau kau namaku, lengkap lagi?”.Ikan itu tertawa :”Hik...hik...hik, tau lah aku, aku ini kan orang dari kampungmu di Sidempuan sana, yah kita ini teman sekampung bahkan.......hik...hik...hik...”. Ogel makin penasaran :” Bahkan apa....eh siapa namamu ito ?”.Sang ikan dipanggil ito menjadi senang dan ingin mempermainkan si Ogel :”Namaku....Bertaburan INTan diANGkasa...”. Ogel tertawa :”Bah, lain kali namamu, macammana nya inangmu kasi nama kau itu hei?” Sang ikan ikut tertawa :” Namaku Bintang....masih ingat nama itu ?”. Ogel terkejut :” Bah,...si Bintangnya kau, yang ’belentot’ macam ikan buntal, bibir ’mancung kedepan’, hidung ’mancung kedalam’, pipa macam kue ’jembelem’ itu ya, yang waktu jual bakicot sama toke A Seng, dicuri lagi bakicotnya lalu kau jual lagi sama toke Aseng kan?” Ogel terus ’nyerocos’ tak bisa berhenti dan Sang ikan Mas tertawa :” Hik...hik...hik..betul,...betul...ingat kau rupanya ya?” Ogel terkejut bukan main, ia teringat masa lalu waktu sekolah sama-sama si Bintang di SMP dikampung. Si Bintang suka sekali sama dia, hingga tak segan-segan menyatakan sukanya kepada si Ogel, dan teringat itu Ogel tersenyum :” Jadi, siapa yang menyihir kau jadi ikan Mas?”. Sang ikan menjawab sedih :”Oppungku sendiri..”. Bah,..sampe ati kali oppung kau itu, apa salah kau rupanya?” Ikan Mas menjawab :”Aku mau dikawinkan sama orang pilihan oppungku, aku tak mau la, kubilang aku menunggu kau”. Ogel terkejut lagi :”Bah, apa pulak ini, kan sudah kubilang sama kau dulu, jangan sama aku, aku ini mau merantau, macam mananya butet”. Tak terdengar suara si ikan Mas tiba-tiba :” Buussssss....clek” Nampaklah seorang wanita yang aduhai :” ck..ck..ck.. cantiknya, siapa kau, kok keluar dari asap?” Wanita itu tertawa :”Hik..hik...hik, akulah si Bintang Gel”. Ogel terkejut lagi (wah.. bulak balik terkejut aja nih) :” Oh..iya...cantik kali kau Bintang beda seratus dua belas derajat dari yang dulu, hidung mancung, kulit putih..bah semampai lagi”. Bintang tersenyum :”Itulah Gel, ini sebenarnya untuk kau semua, tapi karena kau tak mau, maka aku akan pergi Gel, selamat tinggal.....”. Ogel terkejut lagi :”Eit...tunggu dulu Bintang”. Tapi terlambat, ikan Mas yang menjelma menjadi Bintang kawannya dulu itu, hanyut hampir tenggelam, dan Ogel tanpa pikir panjang lagi melompat :”Byuurrrrrrr..hap....hap...hap” Anto melihat Ogel melompat ke sungai kecil dan ’megap-megap’ itu terheran-heran :” Lho..Gel, ono opo?” Setengah sadar, Ogel lalu berenang ke tepi :” Eh..mana si Bintang tadi,..Bintang...Bintang...” Ogel memanggil manggil. Anto makin heran :”Gel..Gel...nyebut..nyebut, ada apa kok manggil manggil nama Bintang?” Ogel kembali kesadarannya :” Astaghfirullah......., mimpi aku”. Anto lega :” Oalah Gel, gara-gara mimpimu, ikan pada lari, semua”. Ogel sedikit malu :”Aduh maaf To, aku tadi mimpi jumpa kawan lamaku di kampung, dia tadi mau tenggelam ya kukejar.......rupanya......ha..ha...haaa, malu aku”. Merekapun tertawa-tawa geli atas kejadian itu :” Itulah Gel, makanya jangan menghayal terus, pikirkan aja si Noneng ’Klonengan’ mu itu...cukup satu aja”. Anto menepuk-nepuk bahu Ogel dan....sekian dulu tunggu pengalaman mereka berikutnya..bye..bye.
Dalam keheningan siang terik itu, burung-burung enggan berkicau, namun angin bertiup sepoi, tiba-tiba terdengar suara seorang wanita memanggil-manggil nama Ogel :”Gelombang Telaga Biru......sini dong...hik..hik..hik..”.Ogel terbangun :”Eh..siapa yang memanggil nama lengkapku,..pasti cewek dari kampungku yang datang itu,....suaranya enak lagi didengar mana ya?”. Ogel mencari-cari arah suara itu, namun belum kelihatan juga, ia pun berjalan mencari-cari, masih belum kelihatan juga :” Gelombang...aku disini..hik...hik...hik”. Ogel ‘celingukan’ kesana kemari dan terkejutlah ia melihat seekor ikan emas besar memandangnya :” Bah, ‘babiat’ menerkam ‘babiat’ memangsa....kau yang ngomong itu ya?”.Ogel latah bertanya takut plus gemetar :”Eh, kenapa kakiku ini gemetar ?” Ikan itu menjawab :”Benar Gel, tidak usah takut, aku ini sebenarnya seorang manusia juga seperti kau, tapi disumpah oleh situkang sihir menjadi ikan Mas ”. Lega sedikit Ogel mendengar jawaban itu :” Oh, begitu...lalu kenapa kau disumpah jadi ikan emas?” Ikan itupun mulai bercerita :” Begini Gel....”. Ogel memotong :”Eh, nanti dulu cerita kau, kok tau kau namaku, lengkap lagi?”.Ikan itu tertawa :”Hik...hik...hik, tau lah aku, aku ini kan orang dari kampungmu di Sidempuan sana, yah kita ini teman sekampung bahkan.......hik...hik...hik...”. Ogel makin penasaran :” Bahkan apa....eh siapa namamu ito ?”.Sang ikan dipanggil ito menjadi senang dan ingin mempermainkan si Ogel :”Namaku....Bertaburan INTan diANGkasa...”. Ogel tertawa :”Bah, lain kali namamu, macammana nya inangmu kasi nama kau itu hei?” Sang ikan ikut tertawa :” Namaku Bintang....masih ingat nama itu ?”. Ogel terkejut :” Bah,...si Bintangnya kau, yang ’belentot’ macam ikan buntal, bibir ’mancung kedepan’, hidung ’mancung kedalam’, pipa macam kue ’jembelem’ itu ya, yang waktu jual bakicot sama toke A Seng, dicuri lagi bakicotnya lalu kau jual lagi sama toke Aseng kan?” Ogel terus ’nyerocos’ tak bisa berhenti dan Sang ikan Mas tertawa :” Hik...hik...hik..betul,...betul...ingat kau rupanya ya?” Ogel terkejut bukan main, ia teringat masa lalu waktu sekolah sama-sama si Bintang di SMP dikampung. Si Bintang suka sekali sama dia, hingga tak segan-segan menyatakan sukanya kepada si Ogel, dan teringat itu Ogel tersenyum :” Jadi, siapa yang menyihir kau jadi ikan Mas?”. Sang ikan menjawab sedih :”Oppungku sendiri..”. Bah,..sampe ati kali oppung kau itu, apa salah kau rupanya?” Ikan Mas menjawab :”Aku mau dikawinkan sama orang pilihan oppungku, aku tak mau la, kubilang aku menunggu kau”. Ogel terkejut lagi :”Bah, apa pulak ini, kan sudah kubilang sama kau dulu, jangan sama aku, aku ini mau merantau, macam mananya butet”. Tak terdengar suara si ikan Mas tiba-tiba :” Buussssss....clek” Nampaklah seorang wanita yang aduhai :” ck..ck..ck.. cantiknya, siapa kau, kok keluar dari asap?” Wanita itu tertawa :”Hik..hik...hik, akulah si Bintang Gel”. Ogel terkejut lagi (wah.. bulak balik terkejut aja nih) :” Oh..iya...cantik kali kau Bintang beda seratus dua belas derajat dari yang dulu, hidung mancung, kulit putih..bah semampai lagi”. Bintang tersenyum :”Itulah Gel, ini sebenarnya untuk kau semua, tapi karena kau tak mau, maka aku akan pergi Gel, selamat tinggal.....”. Ogel terkejut lagi :”Eit...tunggu dulu Bintang”. Tapi terlambat, ikan Mas yang menjelma menjadi Bintang kawannya dulu itu, hanyut hampir tenggelam, dan Ogel tanpa pikir panjang lagi melompat :”Byuurrrrrrr..hap....hap...hap” Anto melihat Ogel melompat ke sungai kecil dan ’megap-megap’ itu terheran-heran :” Lho..Gel, ono opo?” Setengah sadar, Ogel lalu berenang ke tepi :” Eh..mana si Bintang tadi,..Bintang...Bintang...” Ogel memanggil manggil. Anto makin heran :”Gel..Gel...nyebut..nyebut, ada apa kok manggil manggil nama Bintang?” Ogel kembali kesadarannya :” Astaghfirullah......., mimpi aku”. Anto lega :” Oalah Gel, gara-gara mimpimu, ikan pada lari, semua”. Ogel sedikit malu :”Aduh maaf To, aku tadi mimpi jumpa kawan lamaku di kampung, dia tadi mau tenggelam ya kukejar.......rupanya......ha..ha...haaa, malu aku”. Merekapun tertawa-tawa geli atas kejadian itu :” Itulah Gel, makanya jangan menghayal terus, pikirkan aja si Noneng ’Klonengan’ mu itu...cukup satu aja”. Anto menepuk-nepuk bahu Ogel dan....sekian dulu tunggu pengalaman mereka berikutnya..bye..bye.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar