Laman

banner banner hot

Sabtu, 22 Januari 2011

Jadi Security (6)

Cerita yang lalu :
“Ngak la yuk, biar aku yang bawa bajunya kesana, yayuk dirumah aja”. Wanita itu sadar sudah salah mengerti :”Ooooo bajunya...kupikir tadi...maaf..maaf..” Wanita itu tersipu malu atas kesalahan penafsiran percakapan tadi dan Ogel tiba-tiba tertawa :” Waduh...baru ngerti aku yuk......ha..ha..haa maaf juga yuk...ha...ha...haaa”.


Merekapun kembali kepos jaga dimana kang Giman Serka menanti tak sabar, sarung dan jacket yang dipinjamnya sudah tak mampu menutupi seluruh tubuhnya yang semakin ‘membengkak’ karena hawa dingin pagi :”Lama kali kalian...hmmmmbrrrr”. Mereka tersenyum geli melihat kang Giman kedinginan duduk bersila seperti patung Budha :” Maaf kang, ..maaf...”. Mereka menjawab serentak.
Lalu kang Giman mengganti pakaiannya dan barulah kelihatan siapa kang Giman Serka sebenarnya, memang cocok jadi kepala keamanan disitu :”Terima kasih ya, kalau ngak ada kalian, wah jatuh gengsiku, masak kepala keamanan Giman Serka pulang seperti sapi kalah tanding di karapan sapi..ha...ha...haa...”.
Jam setengah tujuh mereka pamit kepada pengganti mereka dan diperjalanan pulang :”To, aku masih penasaran, kok kakiku ini bisa luka terbakar ya?”. Anto sebenarnya ingin memberitahukannya mengenai peristiwa ini, tapi ia khawatir, Ogel pasti marah dan bisa-bisa ’mogok ngomong’ sampai mingguan, jadi Anto dengan perasaan menyesal harus membohongi sahabatnya ini :”Akupun masih berfikir tentang hal itu, tapi sudahlah Gel, lebih baik kita obati dulu lukamu itu, agar cepat sembuh”.
Sore hari paklek Anto telah tiba dari pulau Jawa, betapa gembiranya hati mereka, karena mereka tidak akan jaga malam lagi.
”Bawa apa paklekmu dari Jawa To ? Ogel mulai cari informasi :” Biasalah.....makanan daerah sanalah, kalo kau mau, datang aja kesana, pasti kebagian”. Ogel merasa senang :” Okelah, nanti malam aku kesana”. Anto mulai ’kambuh’ isengnya : ”Gel, rupanya betul yang kubilang dulu, ada pisang besar, tapi tidak sebesar yang kubilang dulu laa, tapi sebesar kambing bandot”.
Ogel tak tertarik cerita Anto :” Ah, masak, ngak percaya aku, besar kali kombur kau itu”. Dengan tenang Anto menjawab :”Kalo ngak percaya kau tengoklah sendiri nanti malam”. Ogel mulai termakan ‘kombur’ Anto :” Oke, kutengok nanti malam, tapi kalo ngak betul, kusuruh si ‘Liliput’ pacar kau, ceraikan kau”. Anto terkejut :”Lo, apa hubungannya”. Ogel balas memainkan hati Anto :” Iyalah,..kubilang sama ito itu, jangan mau sama kau, karena pembohong besar, itu calon koruptor, biar mate ho..” Anto agak gelagapan juga mendengar ’ancaman’ Ogel, tapi demi gengsi ia harus menantangnya :” Okelah kalo begitu, tapi kalo ternyata benar, kubilang sama si ’Klonengan’ pacar kau itu......”.Ogel memotong :”Eh, kok kau bilang pacarku ’Klonengan’ ha..?” Anto mulai diatas angin :”La iyalah, masa iya dong......klonengan ’Kalo nengkreng tangannya gerayangan’ tau kau”. Ogel tersipu teringat beberapa waktu lalu, ketika duduk-duduk di beranda rumah Noneng, masuk cecak kedalam bajunya, sehingga Noneng ikut membantu mencari dimana cecak itu bersembunyi, dan Anto bersama Loli menyaksikan ’ulah’ mereka itu, seolah Noneng menggerayangi tubuh si Ogel. Dan Anto menyambung lagi :” Nah kalo ternyata kau salah, kubilang sama ’klonengan’mu itu, supaya jangan pake kau lagi, karena keturunannya bisa ’bloon’. Ogel mengernyitkan dahi :”Kau bilang aku ’belo-on’..bah, sampe ati kau bilang sudara kau ini belo-on...aciiit nai” Anto tertawa sambil memeluk sahabatnya itu :” Aduh, maaf...maaf cuma guyon, mana mungkin saudaraku ’bloon’ disekolah ranking tujuh, aku aja kalah, macam mana kau ini”. Ogel tersenyum mendengar pujian sahabatnya ini :” Okelah, aku pulang dulu To, sampai jumpa” Anto tersenyum mengangukkan kepala.
Malam hari, layaknya spionase, sebelum masuk rumah pakleknya Anto, Ogel menyelinap dari belakang, ingin melihat pisang besar yang dikatakan Anto. Dilihatnya ada bungusan sepanjang satu meter belum terbuka :” Apa itukah yang dibilang si Anto”. Tanpa pikir panjang ia masuk dari pintu belakang yang kebetulan tidak terkunci. Lalu dibukanya sedikit bungkusan itu dan ternyata :” Wah kurang asem si Anto ini, Cuma pisang barangan 1 tandan,......kubalas kau nanti ” Ogel kembali mengikat bungkusan itu dan perlahan ia keluar dari belakang menuju depan rumah :”Assalaamu’alaikum...”.Dan dari dalam rumah ’nongol’ kepala orang yang tak lain sahabatnya Anto :”Wa’alaikum salaam.....Gel..masuk, kok terlambat?”. Ogel menjawab santai :”Oh iya, tadi aku ke kedai bang Rustam mau pesan minyak makan 1 drum”.Anto terkejut :”Wah, untuk apa minyak makan sampai 1 drum Gel, mau berdagang ?”. Anto bertanya heran. Dengan santai Ogel menjawab :” Tapi untuk menggoreng pisang kau, yang kau bilang sebesar kambing bandot itu”. Anto terkejut, dan tiba-tiba Ogel tertawa terbahak-bahak melihat raut wajah si Anto...tapi Anto segera sadar Ogel membalas gurauannya tadi sore dan merekapun berangkulan sambil tertawa dan akhirnya score 1 : 1.
Sekian dulu cerita ke 9 nyambungnya ya nantilah ya di cerita 10 ngantuk aku....zzzz

Tidak ada komentar :

Posting Komentar