Laman

banner banner hot

Sabtu, 15 Januari 2011

Jadi Security (5)

Cerita yang lalu ...
Kain sarung lepas, kang Giman terjatuh telungkup dan kembali terlihat pemandangan yang menakjubkan ketika kang Giman dalam posisi seperti bayi merangkak :” Aduh kang,..ha...ha...haaaaaa” Duo Togel kembali terpingkal melihat bokong kang Giman dalam posisi merangkak itu...mirip...mirip...sapi dan tak ampun ’sang ksatria’ tergantung seperti ’kalong’ dan kalau ’sang ksatria’ bisa menjerit pasti ngomong:”adduuuddduh...dingiiinnnn” ...............


Perlahan tapi pasti, kang Giman berusaha berdiri, dibantu Duo Togel yang tak bisa menghentikan tawanya, sambil mengangkat tubuh kang Giman yang diperkirakan beratnya diatas satu kwintal.
Dasar kang Giman, badan seperti kerbau, susah sekali untuk bangun, namun akhirnya ia duduk kembali dan ’sang ksatria’ sudah dapat tidur kembali, meski dingin pagi dini menusuk-nusuk kulit ketiga orang tersebut.
Pagi hari Duo Togel pergi mengambil perlengkapan kang Giman dirumahnya :”To, aku jadi penasaran yang dibilang kang Giman mengenai Hantu Lampu, apa memang benar-benar ada, tapi kok seperti obat nyamuk kita itu besarnya katanya?”.
Anto yang sudah tau persoalannya menjawab dengan enteng :” Alaaah, itu kan ilusinya kang Giman aja, mana ada Hantu Lampu sebesar obat nyamuk lagi....biasa itu, kalau penakut”. Dalam hati Anto tertawa geli melihat Ogel ’bertanya bloon’ seperti itu.
Tepat didepan rumah kang Giman, Duo Togel turun dari motornya, sebelum mengetuk pintu tiba-tiba Ogel menunduk dan jongkok memegangi ibu jari kakinya :”Kok seperti kena api jari kakiku ini To, ...melepuh pulak itu”. Anto melihat keadaan sahabatnya itu :”Kurasa waktu tidur tadi malam dikencingi binatang malam Gel, itulah kau, tidur seperti dirumah aja, pake ’ngorok’ lagi”.
Ogel berfikir :”Mana mungkin...ini melepuh seperti kena api....ya...seperti kena bara obat nyamuk, apa mungkin.....obat nyamuk begitu jauh jaraknya..mengenai kakiku....ah..pusing aku”.
Sedikit merasa sakit Ogel mengetuk pintu rumah kang Giman Serka :” Assalaamualaikom......assalamualaikom”. pintu dibuka oleh seorang wanita, berbadan gempal :” alaikomsalam..ada apa?” Ogel belum bisa menjawab, matanya melotot melihat wanita tersebut, baru bangun tidur, rambut ’riap-riapan’ dan yang membuat Ogel kayak orang linglung...wanita itu hanya pakai kain sarung tanpa baju dan sarungnya hanya menyangkut di atas ’bukit kembar’ tanpa diikat.
”Hei, ditanya kok diam aja, belum pernah lihat aku ya” Ogel tersadar, sedikit kikuk ia menjawab :”Oh, maaf yuk, kang Giman minta baju,celana luar dalam lah seperangkat...” belum selesai Ogel bicara wanita yang rupanya istri kang Giman memotong :”Lho....kenapa kang Giman” Wajahnya menunjukkan kecemasan, namun Ogel melihat wanita itu seperti orang yang ’kebelet’ namun belum kesampaian karena MCKnya masih dipakai orang :”Oh, ngak apa-apa yuk, cuma salah tehnis aja, kang Giman kecebur masuk parit waktu kontrol, jadi pakaiannya basah dan kotor semua”.
Lega perasaan istri kang Giman :” Memang gitu kakangmu itu, kalau belum ’dikasi’ kerjanya ’ngelantur’, nantilah kukasi dia”. Ogel salah mengerti, pikirnya istri kang Giman memberi bajunya nanti :” Lho yuk sekaranglah, kang Giman udah ngak tahan itu, dia udah ’gemetaran’ gitu :”Gilak kau ya, masak sekarang ’kukasi’dia” Ogel keheranan ”Ya sekarang lah yuk, sempat kang Giman udah lemes macam mana?” Istri kang Giman mulai marah :” Kau ini udah gilak ya, masak belum dikasi udah lemes, jadi aku kesana ngasinya?” Ogel makin heran :”Lho yuk, aku yang bawa”. Wanita itu makin kelihatan marah :”Jadi boncengan bertiga kesana...’pesong’ kau..”. Ogel makin tak mengerti :” Ngak la yuk, biar aku yang bawa bajunya kesana, yayuk dirumah aja”. Wanita itu sadar sudah salah mengerti :”Ooooo bajunya...kupikir tadi...maaf..maaf..” Wanita itu tersipu malu atas kesalahan penafsiran percakapan tadi dan Ogel tiba-tiba tertawa :” Waduh...baru ngerti aku yuk......ha..ha..haa maaf juga yuk...ha...ha...haaa”.
Nanti kusambung lagi lah...ke 9-6

Tidak ada komentar :

Posting Komentar