Laman

banner banner hot

Sabtu, 08 Januari 2011

Jadi Security (4)

Cerita yang lalu ...
Anto dan Ogel lega :” Aduh kang, ada apa kok pingsan?”. Kang Giman baru sadar dan ia melompat kebelakang :”Kalian aslikan?” Anto dan Ogel tertawa :” Ya asli dong, ada apa kang?” Kang Giman lega, lalu ia duduk kembali dengan pakaian sudah basah, lalu ia mulai berscerita :” Tadi kalian kemana, kupanggil ngak jawab diposmu tadi?” Anto dengan cepat mulai mengerti, dan iapun menjawab tenang :” Kontrol lah kang, ada apa kang?”. Sementara Ogel ngak bisa menjawab karena memang ia pulas betul.
”Tadi aku keposmu, kupikir kalian yang duduk-duduk disitu, kutegor kalian, tapi ngak menjawab, sementara ada bara kecil bergerak kekanan-kekiri, kupikir kalian main-main obat nyamuk, karena ngak jawab, kupikir medii.....”. Kang Giman ngak meneruskan ceritanya karena ia masih merasa takut sekali,....


Tiba-tiba bau tidak sedap kembali menyerang, tapi kali ini lebih tajam, dan dalam keheningan itu terdengar suara ...’brooooottsssss’, semakin lama semakin mengecil dan menghilang, dan spontan Anto dan Ogel ’bubar’ menutup hidung, menjauh dari kang Giman :” Astaga kang,..pelan-pelan dong nembaknya, masak langsung ’dor’ gitu”.Kang Giman Serka tertawa malu, karena merasa tak dapat membendungnya :” Aduh..duh,..maaf..maaaaf kali, ngak bisa kutahan, masuk angin, habis basah begini...kalianpun terlalu, masak nyiram pake air seember bau pulak itu, aduh... dingin, bau, pusing aku”.
Anto dan Ogel tak dapat menahan ketawanya :”ha...ha...haa...haaa”. namun melihat keadaan kang Giman seperti itu timbul iba dihati mereka, tampang udah jelek, kuyup, menggigil lagi :”Wes kang, ini pake sarungku” Anto memberikan sarungnya yang dengan senang hati disambut kang Giman : ”Aduh,..terima kasih”. Tidak pakai sungkan-sungkan lagi kang Giman langsung membuka semua ’pembungkus’ tubuhnya :”Bah....macammana pulak kakang ini, kok dibuka semua, jadi pulang nanti pakai sarung aja ?” terbelalak Ogel melihat ulah kang Giman :”Habis gimana lagi, basah semua, mari pinjam jaketmu itu” Setengah memaksa Kang Giman menarik jaket Ogel, dongkol, kasian, Ogel memberikan juga jaket ”Harley Davidson’nya itu.
Akhirnya selesailah kang Giman berdandan, tak kompromi tak sepakat, Duo Togel tertawa terpingkal-pingkal ”.hua..ha...ha...ha...ha...ha..ha...ha..ha”. Pemandangan yang menakjubkan.
Perut kang Giman yang ’bunting’menonjol keluar komplit ’udel bodong’nya tak tertutupi oleh jaket Ogel yang sempit alias jaket tak bisa ditarik resluitingnya, kain sarung hanya bisa tegulung dibawah pusarnya dan ’sang ksatria’ tak pakai prisai menghadapi perang dengan ’pasukan dingin malam’ yang kebetulan angin bertiup agak kencang. Kang Giman berdiri terpana, dengan mulut terbuka, bibir ’mendomble’ melihat Duo Togel tertawa terpingkal memegangi perut masing-masing dan menunjuk nunjuk dirinya.
Entah memang kang Giman sadar atau tidak bertanya ringan : ”Ada apa?” Sambil menahan ketawa si Ogel menjawab :”Aduh kang,...coba lihat sendiri kang di kaca itu”. Seperti dicocok hidung kang Gimanpun berkaca :”Waduh.....ampun, kok kayak gini” Kang Giman berkaca pose dari samping kanan, samping kiri dan dari depan yang akhirnya kang Giman mulai tersenyum sedikit, senyum gelisah, agak melebar dan akhirnya :” Hua..ha..ha..ha..ha..ha..ha” .Ngak pake karcis, tanpa komando Duo Togel ikut tertawa terpingkal. Kalau Duo Togel memang tertawa karena lucu, kang Giman tertawa campur sari, ya lucu, ya malu, ya gelisah gimana nanti kalau pulang pagi, jalan kaki sepanjang tiga ratus meter kerumahnya :”Waduh....lucu juga ya...tapi macammana aku pulang nanti...hi...hi...hi...ha...ha..tolonglah Gel...To...malu aku, perutku menyembul begini”. Anto dan Ogel masih tertawa, lemas, air mata sudah ikut nimbrung yang akhirnya berhenti meski sedikit demi sedikit menghabiskan sisa ketawa yang hampir tak mau padam dan akhirnya :” Tenang kang,...nanti aku yang ngambil bajumu dirumah” Ogel menjawab. Kang Giman lega :”Aduh,..terima kasih Gel” Saking senangnya kang Giman mendekat agak tergopoh ke Ogel, namun tak disadarinya kain sarung yang dipakainya tersangkut papan ambin dan...:”Aduh.” Kain sarung lepas, kang Giman terjatuh telungkup dan kembali terlihat pemandangan yang menakjubkan ketika kang Giman dalam posisi seperti bayi merangkak :” Adu kang,..ha...ha...haaaaaa” Duo Togel kembali terpingkal melihat bokong kang Giman dalam posisi merangkak itu...mirip...mirip...sapi dan tak ampun ’sang ksatria’ tergantung seperti ’kalong’ dan kalau ’sang ksatria’ bisa menjerit pasti ngomong:”adduuuddduh...dingiiinnnn” ....sekian dulu tunggu lanjutannya di cerita 9-5 ?

Tidak ada komentar :

Posting Komentar