Cerita yang lalu ...Tengah malam, Ogel sudah tak tahan, akhirnya ia zzzzzzz dan Antopun merasa senang, tanpa ragu mengikat obat nyamuk kekaki Ogel. Dan nampaklah pemandangan yang mengasyikkan, asap obat nyamuk bersebar kekanan-kekiri dan nyamuk lari tunggang langgang, Antopun menarik selimut lalu zzzzzzz.
Tak disadari mereka, malam itu komandan jaga kontrol, dalam gelap gulitanya malam terlihat bara api bergerak teratur kekanan kekiri.
Sang komandan menyapa mereka :” Malam Gel,To....lagi ngapain?”. Tak ada jawaban, namun bara api tetap bergerak kekanan kiri, sang komandan mulai bergidik, dengan sedikit gemetar ia ulangi sapanya :” Gel, Anto ditanya kok diam aja?”.Tetap tak terjawab, suasana malam hening, dingin sedikit menusuk, menambah perasaan seram sang komandan, yang kemudian dengan langkah ’jinjit’ sedikit cepat...tambah cepat...dan lariiii.. terbirit birit sambil berteriak :” mediiiii......”.Meninggalkan mereka kembali ke pos depan.
Dengan muka pucat, bibir ’ngedomble’ ia duduk diambin jaga dengan nafas ’terengah-engah’, berkeringat dan satu lagi, itu yang dibawah pusar, waduh....menetes terus :”wah....ngompol aku...mampus aku.....gara-gara medi lampu.......” (maksudnya Hantu Lampu), kakinya tidak mau berhenti bergetar dan gemetar, ngompolnya terus menetes, mengiringi sang keringat berkonvoi, ia bergumam lagi :”piye iki, kok ngak gelem nyetop,.....toloong” . Namun ngomong tolongnya ngak bisa teriak dan dicobanya sekali lagi :”tolooong......” tetap dibawah standard, dan akhirnya....eh..pingsan.
Setelah pingsan barulah semua berhenti,ngompol, keringat, gemetar diam tak bereaksi lagi, tenang bagai sepoi angin dingin malam berlalu perlahan.
Sementara itu gerakan ’jinjit’ sang komandan jaga tadi membangunkan Anto, dan langsung mengikutinya lalu mengintip sang komandan yang akhirnya pingsan tadi.
Anto kemudian mendatangi sang komandan yang dikiranya tidur tapi :”Ups.....bau pesing”. Anto menutupi hidungnya dan lebih dekat lagi :”Lho...Giman Serka pingsan”. Giman Serka nama/gelar sang komandan jaga yang artinya ’Gigi Mancung Sering Kawin’ yang memang giginya agak menjorok kedepan (bayangin aja Tukul) namun sudah tiga kali kawin cerai dan kebetulan namanya Sugiman yang kerjanya sebagai komandan jaga dan karena lagaknya ia digelar teman-temannya Serka (Sersan Kepala)...wah kebetulan semua nih he...he...he,dan maaf bagi yang kebetulan namanya dan keadaannya sama, hanya cerita kok..
Anto kemudian membangunkan Giman Serka :”Kang Giman...bangun,....” Tidak mau bangun, berkali-kali terus, tetap tidak bergeming. Anto agak khawatir :”Wah,...mati pulak nanti, waduh kubangunkan si Ogel dulu”. Iapun balik kebelakang,perlahan-lahan dibukanya Obat nyamuk yang diikatkannya dikaki Ogel, kemudian iapun membangunkan :”Gel bangun...kang Giman, pingsan itu”. Dengan setengah sadar Ogel bangun :” Ada apa To, kau merusak indahnya mimpiku aja”. Anto :” Mimpi apa Gel, tapi nantilah kau ceritakan, sekarang kita tengok kang Giman dulu”. Ogel sedikit terkejut :”Kok bisa pingsan To?.” Anto menjawab sambil menarik tangan Ogel :”Entah..ayolah cepat nanti keburu meninggal, mati kita”. Ogel tekejut lagi ”Hah...meninggal ?”. Anto tersenyum :”Ngak, kelakarku aja itu”. Ogel lega, lalu mengambil tong air :”Lho,..buat apa air itu?.
Ogel menjawab :”Tenang aja kaulah, kau lihat apa yang kubuat”. Anto kemudian diam saja melihat ulah temannya itu dan merekapun pergi ke depan. Tanpa pikir panjang Ogel lalu mengguyur kang Giman dengan air yang sudah seminggu dalam tong itu dan , byuuur, kang Giman terbangun gelagapan :”aaauww, bau apa ini?” Kang Giman meraba badannya yang sudah basah dan :”ups,.. baunya air ini”. Yg pasti memang bau, apa lagi dicampur dengan ’air ngompolnya’ tadi.
Anto dan Ogel lega :” Aduh kang, ada apa kok pingsan?”. Kang Giman baru sadar dan ia melompat kebelakang :”Kalian aslikan?” Anto dan Ogel tertawa :” Ya asli dong, ada apa kang?” Kang Giman lega, lalu ia duduk kembali dengan pakaian sudah basah, lalu ia mulai berscerita :” Tadi kalian kemana, kupanggil ngak jawab diposmu tadi?” Anto dengan cepat mulai mengerti, dan iapun menjawab tenang :” Kontrol lah kang, ada apa kang?”. Sementara Ogel ngak bisa menjawab karena memang ia pulas betul.
”Tadi aku keposmu, kupikir kalian yang duduk-duduk disitu, kutegor kalian, tapi ngak menjawab, sementara ada bara kecil bergerak kekanan-kekiri, kupikir kalian main-main obat nyamuk, karena ngak jawab, kupikir medii.....”. Kang Giman ngak meneruskan ceritanya karena ia masih merasa takut sekali,....dan memang terpaksa disambung lagi ya...ke cerita 9-4
Tak disadari mereka, malam itu komandan jaga kontrol, dalam gelap gulitanya malam terlihat bara api bergerak teratur kekanan kekiri.
Sang komandan menyapa mereka :” Malam Gel,To....lagi ngapain?”. Tak ada jawaban, namun bara api tetap bergerak kekanan kiri, sang komandan mulai bergidik, dengan sedikit gemetar ia ulangi sapanya :” Gel, Anto ditanya kok diam aja?”.Tetap tak terjawab, suasana malam hening, dingin sedikit menusuk, menambah perasaan seram sang komandan, yang kemudian dengan langkah ’jinjit’ sedikit cepat...tambah cepat...dan lariiii.. terbirit birit sambil berteriak :” mediiiii......”.Meninggalkan mereka kembali ke pos depan.
Dengan muka pucat, bibir ’ngedomble’ ia duduk diambin jaga dengan nafas ’terengah-engah’, berkeringat dan satu lagi, itu yang dibawah pusar, waduh....menetes terus :”wah....ngompol aku...mampus aku.....gara-gara medi lampu.......” (maksudnya Hantu Lampu), kakinya tidak mau berhenti bergetar dan gemetar, ngompolnya terus menetes, mengiringi sang keringat berkonvoi, ia bergumam lagi :”piye iki, kok ngak gelem nyetop,.....toloong” . Namun ngomong tolongnya ngak bisa teriak dan dicobanya sekali lagi :”tolooong......” tetap dibawah standard, dan akhirnya....eh..pingsan.
Setelah pingsan barulah semua berhenti,ngompol, keringat, gemetar diam tak bereaksi lagi, tenang bagai sepoi angin dingin malam berlalu perlahan.
Sementara itu gerakan ’jinjit’ sang komandan jaga tadi membangunkan Anto, dan langsung mengikutinya lalu mengintip sang komandan yang akhirnya pingsan tadi.
Anto kemudian mendatangi sang komandan yang dikiranya tidur tapi :”Ups.....bau pesing”. Anto menutupi hidungnya dan lebih dekat lagi :”Lho...Giman Serka pingsan”. Giman Serka nama/gelar sang komandan jaga yang artinya ’Gigi Mancung Sering Kawin’ yang memang giginya agak menjorok kedepan (bayangin aja Tukul) namun sudah tiga kali kawin cerai dan kebetulan namanya Sugiman yang kerjanya sebagai komandan jaga dan karena lagaknya ia digelar teman-temannya Serka (Sersan Kepala)...wah kebetulan semua nih he...he...he,dan maaf bagi yang kebetulan namanya dan keadaannya sama, hanya cerita kok..
Anto kemudian membangunkan Giman Serka :”Kang Giman...bangun,....” Tidak mau bangun, berkali-kali terus, tetap tidak bergeming. Anto agak khawatir :”Wah,...mati pulak nanti, waduh kubangunkan si Ogel dulu”. Iapun balik kebelakang,perlahan-lahan dibukanya Obat nyamuk yang diikatkannya dikaki Ogel, kemudian iapun membangunkan :”Gel bangun...kang Giman, pingsan itu”. Dengan setengah sadar Ogel bangun :” Ada apa To, kau merusak indahnya mimpiku aja”. Anto :” Mimpi apa Gel, tapi nantilah kau ceritakan, sekarang kita tengok kang Giman dulu”. Ogel sedikit terkejut :”Kok bisa pingsan To?.” Anto menjawab sambil menarik tangan Ogel :”Entah..ayolah cepat nanti keburu meninggal, mati kita”. Ogel tekejut lagi ”Hah...meninggal ?”. Anto tersenyum :”Ngak, kelakarku aja itu”. Ogel lega, lalu mengambil tong air :”Lho,..buat apa air itu?.
Ogel menjawab :”Tenang aja kaulah, kau lihat apa yang kubuat”. Anto kemudian diam saja melihat ulah temannya itu dan merekapun pergi ke depan. Tanpa pikir panjang Ogel lalu mengguyur kang Giman dengan air yang sudah seminggu dalam tong itu dan , byuuur, kang Giman terbangun gelagapan :”aaauww, bau apa ini?” Kang Giman meraba badannya yang sudah basah dan :”ups,.. baunya air ini”. Yg pasti memang bau, apa lagi dicampur dengan ’air ngompolnya’ tadi.
Anto dan Ogel lega :” Aduh kang, ada apa kok pingsan?”. Kang Giman baru sadar dan ia melompat kebelakang :”Kalian aslikan?” Anto dan Ogel tertawa :” Ya asli dong, ada apa kang?” Kang Giman lega, lalu ia duduk kembali dengan pakaian sudah basah, lalu ia mulai berscerita :” Tadi kalian kemana, kupanggil ngak jawab diposmu tadi?” Anto dengan cepat mulai mengerti, dan iapun menjawab tenang :” Kontrol lah kang, ada apa kang?”. Sementara Ogel ngak bisa menjawab karena memang ia pulas betul.
”Tadi aku keposmu, kupikir kalian yang duduk-duduk disitu, kutegor kalian, tapi ngak menjawab, sementara ada bara kecil bergerak kekanan-kekiri, kupikir kalian main-main obat nyamuk, karena ngak jawab, kupikir medii.....”. Kang Giman ngak meneruskan ceritanya karena ia masih merasa takut sekali,....dan memang terpaksa disambung lagi ya...ke cerita 9-4
Tidak ada komentar :
Posting Komentar