Cerita yang lalu.......Anto melihat sahabatnya itu tidur dengan kaki kanan ’dilipat 90 derajat’ menopang pada kaki kiri, dan kaki kiri nya tidak diluruskan, bergerak teratur kekanan-kekiri.” Aneh si Ogel ini tidurnya, tapi mungkin karena ambinnya kurang panjang sehingga Ogel tidak meluruskan kakinya”. Anto mulai usil, ia mengambil obat nyamuk yang sudah terpasang dibawah ambil lalu didiletakkan pada jari kaki Ogel, dan mulailah terlihat pemandangan yang ’indah’, cahaya dan asap obat nyamuk bergerak kekanan-kekiri secara teratur tanpa henti, seolah bukan Ogel yang tidur, tapi Ogel lagi mikir-mikir.
Anto sebenarnya ingin tertawa...namun tiba-tiba terpikir olehnya kalau peristiwa ini sangat menguntungkannya.....iapun ’tarik selimut’ lalu tidur zzzzzzz disebelah Ogel.
Nyamuk-nyamuk tidak berani mendekat karena asap obat nyamuk yang ’disebar’ oleh kaki Ogel tidak berhenti.
Jam 05.30 WIB, Anto bangun lebih dulu, karena ia cukup puas tidurnya dari Ogel yang ’ngorok’ terus sampai pagi itu.
”Gel, bangun ...sudah pagi, nanti ketahuan pak Herman...bisa dipecat paklekku”. Ogel terbangun, meski rasa kantuknya masih berat :” Oaaahhhhhh,.....ngantuk kali aku bah”.
Anto tersenyum : ”La iyalah, namanya jaga malam” Anto dan Ogelpun berjalan keluar melapor kepada teman jaga yang akan menggantikannya. ”To, kutengok kau segar sekali, sehabis cuci muka, ngak ngantuk kau?” Antopun pasang mimik muka sedikit dikusutkan :”Ya ngantuk la, namanya jaga malam...”. Dalam hati tertawa geli melihat Ogel berjalan agak sempoyongan. ” Sampai kapan paklekmu baru pulang To ?” Anto sambil berkelakar menjawab :” Ya ...kira-kira 1 bulan lah”. Ogel terbelalak :” Apa kau bilang...bah,.habislah kita..To, macam mana sekolah, jumpa doi, waduh...ngantuk teruslah”. Anto tertawa :” Ngak lah,...paling seminggu” Ogel lega :” Ooooh,..soalnya satu malam aja ngantuknya minta ampun, tapi kutengok kau biasa aja ya To, hebat juga kau”. Ogel mengulangi pujiannya, tapi dalam hatinya ia curiga dan Anto menjawab :”Ah,..biasa aja, ngantuk sih memang ngantuk, tapi. akukan lebih hebat dari kau, jadi ya beginilah ”. Ogel langsung mengejar Anto yang mulai sombong” Nantilah kau..jawa.” Mereka tertawa bersama.
Siang itu :” Gel, jaga malam ini kau ngak usah melek, aku aja yang melek, tapi........” Ogel berseri sesaat :”Tap...tapi apa To?”. Antopun pasang muka serius :” Begini...kau bantu bapakku manen dikebun ya, aku ada urusan” Ogel langsung menjawab :” Oke fren..kecillah itu”. Senangnya Ogel membayangkan nanti malam ia akan tidur sepuasnya, tapi ia mulai curiga, kok ’enteng kali’ si Anto menawarkan jasa itu ya :” Nanti malam kujebak dia..tapi Anto mau kemana ya?” Sementara itu Anto dengan berpakaian sedikit rapi bersiul menemui bapaknya :” Pak, ngko jeng gantiin aku si Ogel yo pak”. Bapaknya geleng kepala ” lo..kue dewe arak nandi To? Anto sambil melirik bapaknya menjawab :” Aku eneng urusan titik, pak ”. Bapaknya berkelakar :” Alaaah.To...paling nemui Loli”. Anto tersenyum ketahuan maksudnya :” Pak, tapi ojo ngomong ambek Ogel yo pak, ngko ngamuk iku” Bapak Anto geleng kepala melihat tingkah anaknya yang ’ngeloyor’ pergi dengan motornya.
Ngak lama Ogel datang, sambil menyapa Bapak Anto yang kemudian bersama kekebun :” Anto udah pergi pak ?” Bapak Anto menjawab :” Udah setengah jam yang lalu”. Ogel bertanya lagi :”Kemana katanya pak?” Bapak menjawab jujur :”Katanya ada urusan”. Ogel pun maklum :”Ooooh,,ya udah pak, yok mulai”
Jaga malam itu, benar, Anto memenuhi janjinya dan Ogelpun mulai merebahkan badannya, tapi dalam hatinya ia ingin menjebak Anto, ingin tau kenapa Anto ngak ngantuk :”Oke To, selamat malam” sambil senyum Ogel menarik selimutnya dan Anto mengangguk namun ia memperhatikan kaki Ogel belum ’melambai kekanan kiri’ seperti biasa, sehingga Anto belum berani tidur, takut ketauan.
Demikian juga Ogel yang coba menahan kantuknya, heran melihat Anto tetap berjalan kesana kemari yang sebenarnya sudah tau bahwa Ogel belum tidur sebab ’goyangan kaki kekanan-kiri’ belum nampak.
Tengah malam, Ogel sudah tak tahan, akhirnya ia zzzzzzz dan Antopun merasa senang, tanpa ragu mengikat obat nyamuk kekaki Ogel. Dan nampaklah pemandangan yang mengasyikkan, asap obat nyamuk bersebar kekanan-kekiri dan nyamuk lari tunggang langgang, Antopun menarik selimut lalu zzzzzzz
(kayaknya nyambung lagi nih ceritanya...ke 9-3...he..he...he)
Anto sebenarnya ingin tertawa...namun tiba-tiba terpikir olehnya kalau peristiwa ini sangat menguntungkannya.....iapun ’tarik selimut’ lalu tidur zzzzzzz disebelah Ogel.
Nyamuk-nyamuk tidak berani mendekat karena asap obat nyamuk yang ’disebar’ oleh kaki Ogel tidak berhenti.
Jam 05.30 WIB, Anto bangun lebih dulu, karena ia cukup puas tidurnya dari Ogel yang ’ngorok’ terus sampai pagi itu.
”Gel, bangun ...sudah pagi, nanti ketahuan pak Herman...bisa dipecat paklekku”. Ogel terbangun, meski rasa kantuknya masih berat :” Oaaahhhhhh,.....ngantuk kali aku bah”.
Anto tersenyum : ”La iyalah, namanya jaga malam” Anto dan Ogelpun berjalan keluar melapor kepada teman jaga yang akan menggantikannya. ”To, kutengok kau segar sekali, sehabis cuci muka, ngak ngantuk kau?” Antopun pasang mimik muka sedikit dikusutkan :”Ya ngantuk la, namanya jaga malam...”. Dalam hati tertawa geli melihat Ogel berjalan agak sempoyongan. ” Sampai kapan paklekmu baru pulang To ?” Anto sambil berkelakar menjawab :” Ya ...kira-kira 1 bulan lah”. Ogel terbelalak :” Apa kau bilang...bah,.habislah kita..To, macam mana sekolah, jumpa doi, waduh...ngantuk teruslah”. Anto tertawa :” Ngak lah,...paling seminggu” Ogel lega :” Ooooh,..soalnya satu malam aja ngantuknya minta ampun, tapi kutengok kau biasa aja ya To, hebat juga kau”. Ogel mengulangi pujiannya, tapi dalam hatinya ia curiga dan Anto menjawab :”Ah,..biasa aja, ngantuk sih memang ngantuk, tapi. akukan lebih hebat dari kau, jadi ya beginilah ”. Ogel langsung mengejar Anto yang mulai sombong” Nantilah kau..jawa.” Mereka tertawa bersama.
Siang itu :” Gel, jaga malam ini kau ngak usah melek, aku aja yang melek, tapi........” Ogel berseri sesaat :”Tap...tapi apa To?”. Antopun pasang muka serius :” Begini...kau bantu bapakku manen dikebun ya, aku ada urusan” Ogel langsung menjawab :” Oke fren..kecillah itu”. Senangnya Ogel membayangkan nanti malam ia akan tidur sepuasnya, tapi ia mulai curiga, kok ’enteng kali’ si Anto menawarkan jasa itu ya :” Nanti malam kujebak dia..tapi Anto mau kemana ya?” Sementara itu Anto dengan berpakaian sedikit rapi bersiul menemui bapaknya :” Pak, ngko jeng gantiin aku si Ogel yo pak”. Bapaknya geleng kepala ” lo..kue dewe arak nandi To? Anto sambil melirik bapaknya menjawab :” Aku eneng urusan titik, pak ”. Bapaknya berkelakar :” Alaaah.To...paling nemui Loli”. Anto tersenyum ketahuan maksudnya :” Pak, tapi ojo ngomong ambek Ogel yo pak, ngko ngamuk iku” Bapak Anto geleng kepala melihat tingkah anaknya yang ’ngeloyor’ pergi dengan motornya.
Ngak lama Ogel datang, sambil menyapa Bapak Anto yang kemudian bersama kekebun :” Anto udah pergi pak ?” Bapak Anto menjawab :” Udah setengah jam yang lalu”. Ogel bertanya lagi :”Kemana katanya pak?” Bapak menjawab jujur :”Katanya ada urusan”. Ogel pun maklum :”Ooooh,,ya udah pak, yok mulai”
Jaga malam itu, benar, Anto memenuhi janjinya dan Ogelpun mulai merebahkan badannya, tapi dalam hatinya ia ingin menjebak Anto, ingin tau kenapa Anto ngak ngantuk :”Oke To, selamat malam” sambil senyum Ogel menarik selimutnya dan Anto mengangguk namun ia memperhatikan kaki Ogel belum ’melambai kekanan kiri’ seperti biasa, sehingga Anto belum berani tidur, takut ketauan.
Demikian juga Ogel yang coba menahan kantuknya, heran melihat Anto tetap berjalan kesana kemari yang sebenarnya sudah tau bahwa Ogel belum tidur sebab ’goyangan kaki kekanan-kiri’ belum nampak.
Tengah malam, Ogel sudah tak tahan, akhirnya ia zzzzzzz dan Antopun merasa senang, tanpa ragu mengikat obat nyamuk kekaki Ogel. Dan nampaklah pemandangan yang mengasyikkan, asap obat nyamuk bersebar kekanan-kekiri dan nyamuk lari tunggang langgang, Antopun menarik selimut lalu zzzzzzz
(kayaknya nyambung lagi nih ceritanya...ke 9-3...he..he...he)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar