Kakek Anto di Jawa sakit keras, Anto bingung ngak bisa pulang, dan belum setahun lalu Anto sudah pulang kekampung. Oleh karena itu yang agak lapang waktunya adalah ’paklek’nya Anto yang bekerja sebagai satpam, dan beliau sudah meminta izin kepada pak Herman (yang punya perusahaan), namun berhubung kekurangan satpam maka pak Herman meminta pengganti sementara untuk jaga malam. Tanpa berfikir lagi. ’paklek’nya Anto menunjuk langsung 2 orang yang tak lain si Anto dan Ogel. Dua sahabat ini tidak bisa mengelak lagi meskipun Anto menggerutu : ”Udahlah ngak bisa pulang,...eh disuruh jaga malam lagi,...enak aja paklek itu nunjuk-nunjuk kita sebagai gantinya”.
Ogel yang mendengar gerutuannya Anto itu tersenyum :” Itulah kau...kau bilang penting menolong orang yang lagi ’kejepit’,..eh ini baru disuruh jaga malam, sudah mengomel kau, dimana rasa persaudaraan kau itu ?”.Anto yang tau akan diberi wejangan seperti itu langsung mengejar Ogel dan ’menyikap’nya sambil menjawab :”Diam kau, batak”. Mereka tertawa-tawa, karena sebenarnya mereka pasti membantu ’paklek’nya Anto itu, mengingat keakraban mereka dengan ’paklek’nya Anto itu.
Sabtu sore, ketika mereka sedang ’main poly’ sore hari itu Anto teringat sesuatu :”Gel, jadi kekmana janji kita nanti malam sama doi?”.Ogel sambil memukul bola menjawab :”Udah kubilang sama ’sililiput’ kau itu tentang rencana kita mau gantiin jaga malam paman kau itu”.Anto tercengang Ogel memanggil pacarnya itu ’liliput’:”Eh, kau manggil apa si Loly pacarku itu?” Anto mendekap Ogel dan Ogel meronta geli karena dikitik Anto :” Aduh To ,..ampun, kukasi tau kau maksud ’liliput’ itu” Anto melepaskan dekapannya :” Liliput itu artinya ’Lilitannya macam siput” maksudnya kan udah tau kan, kalau udah dibonceng sama kau, kutengok rangkulan tangannya macam ’mencekek’ lehermu iyakan?”. Anto tertawa geli :” Ooooh, mbahmu atrek”. Anto mengejar ingin ’mengkitik’ Ogel yang tidak tahan ’digelitik’ itu.
Jam enam sore Anto dan Ogel sudah ’stand-by’ di lokasi jaga ’paklek’nya itu, layaknya satpam tulen mereka mulai membuka ’buku jaga’, mempelajari apa-apa saja yang dicatat dan mereka mulai berkeliling ke ’daerah kekuasaan’ mereka, mempelajari lokasi yang mana saja yang perlu ekstra jaga.
Malam hari jam sebelas Anto mulai menguap :” Gel, aku tidur dulu ya, nanti jam dua lewat, kita gantian ya, tapi kalau ada yang mencurigakan kau bangunin aku, ya?”.Layaknya seorang prajurit bawahan Ogel menjawab :” Siap pak”. Antopun tidak mau kalah gaya mulai ’bersiap’ memberi penghormatan kemudian balik kanan, langsung langkah tegap menuju ’ambin’ dan zzzzzzz.
Jam dua lewat, Ogel mulai ’menguap’, dilihatnya jam tangan sudah tepat untuk ’applusan’ dan ia membangunkan Anto :” To, bangun, gantian” Anto bangun, meski masih mengantuk menjawab :”Oke”.
Ogel pun tukar posisi dengan Anto dan tak lama zzzzzz. Anto melihat sahabatnya itu tidur dengan kaki kanan ’dilipat 90 derajat’ menopang pada kaki kiri, dan kaki kiri nya tidak diluruskan, bergerak teratur kekanan-kekiri.” Aneh si Ogel ini tidurnya, tapi mungkin karena ambinnya kurang panjang sehingga Ogel tidak meluruskan kakinya”. Anto mulai usil, ia mengambil obat nyamuk yang sudah terpasang dibawah ambil lalu didiletakkan pada jari kaki Ogel, dan mulailah terlihat pemandangan yang ’indah’, cahaya dan asap obat nyamuk bergerak kekanan-kekiri secara teratur tanpa henti, seolah bukan Ogel yang tidur, tapi Ogel lagi mikir-mikir.
Aneh...aneh,......tapi nanti kusambung lagi ya, penulispun udah ngantuk nih, sampai jumpa di DUA SAHABAT ’DUO TOGEL’ (cerita 9-2).........zzzzzzzzz
Ogel yang mendengar gerutuannya Anto itu tersenyum :” Itulah kau...kau bilang penting menolong orang yang lagi ’kejepit’,..eh ini baru disuruh jaga malam, sudah mengomel kau, dimana rasa persaudaraan kau itu ?”.Anto yang tau akan diberi wejangan seperti itu langsung mengejar Ogel dan ’menyikap’nya sambil menjawab :”Diam kau, batak”. Mereka tertawa-tawa, karena sebenarnya mereka pasti membantu ’paklek’nya Anto itu, mengingat keakraban mereka dengan ’paklek’nya Anto itu.
Sabtu sore, ketika mereka sedang ’main poly’ sore hari itu Anto teringat sesuatu :”Gel, jadi kekmana janji kita nanti malam sama doi?”.Ogel sambil memukul bola menjawab :”Udah kubilang sama ’sililiput’ kau itu tentang rencana kita mau gantiin jaga malam paman kau itu”.Anto tercengang Ogel memanggil pacarnya itu ’liliput’:”Eh, kau manggil apa si Loly pacarku itu?” Anto mendekap Ogel dan Ogel meronta geli karena dikitik Anto :” Aduh To ,..ampun, kukasi tau kau maksud ’liliput’ itu” Anto melepaskan dekapannya :” Liliput itu artinya ’Lilitannya macam siput” maksudnya kan udah tau kan, kalau udah dibonceng sama kau, kutengok rangkulan tangannya macam ’mencekek’ lehermu iyakan?”. Anto tertawa geli :” Ooooh, mbahmu atrek”. Anto mengejar ingin ’mengkitik’ Ogel yang tidak tahan ’digelitik’ itu.
Jam enam sore Anto dan Ogel sudah ’stand-by’ di lokasi jaga ’paklek’nya itu, layaknya satpam tulen mereka mulai membuka ’buku jaga’, mempelajari apa-apa saja yang dicatat dan mereka mulai berkeliling ke ’daerah kekuasaan’ mereka, mempelajari lokasi yang mana saja yang perlu ekstra jaga.
Malam hari jam sebelas Anto mulai menguap :” Gel, aku tidur dulu ya, nanti jam dua lewat, kita gantian ya, tapi kalau ada yang mencurigakan kau bangunin aku, ya?”.Layaknya seorang prajurit bawahan Ogel menjawab :” Siap pak”. Antopun tidak mau kalah gaya mulai ’bersiap’ memberi penghormatan kemudian balik kanan, langsung langkah tegap menuju ’ambin’ dan zzzzzzz.
Jam dua lewat, Ogel mulai ’menguap’, dilihatnya jam tangan sudah tepat untuk ’applusan’ dan ia membangunkan Anto :” To, bangun, gantian” Anto bangun, meski masih mengantuk menjawab :”Oke”.
Ogel pun tukar posisi dengan Anto dan tak lama zzzzzz. Anto melihat sahabatnya itu tidur dengan kaki kanan ’dilipat 90 derajat’ menopang pada kaki kiri, dan kaki kiri nya tidak diluruskan, bergerak teratur kekanan-kekiri.” Aneh si Ogel ini tidurnya, tapi mungkin karena ambinnya kurang panjang sehingga Ogel tidak meluruskan kakinya”. Anto mulai usil, ia mengambil obat nyamuk yang sudah terpasang dibawah ambil lalu didiletakkan pada jari kaki Ogel, dan mulailah terlihat pemandangan yang ’indah’, cahaya dan asap obat nyamuk bergerak kekanan-kekiri secara teratur tanpa henti, seolah bukan Ogel yang tidur, tapi Ogel lagi mikir-mikir.
Aneh...aneh,......tapi nanti kusambung lagi ya, penulispun udah ngantuk nih, sampai jumpa di DUA SAHABAT ’DUO TOGEL’ (cerita 9-2).........zzzzzzzzz
Tidak ada komentar :
Posting Komentar