Laman

banner banner hot

Rabu, 27 Oktober 2010

Ogel Sakit

Pasca hari lebaran banyak teman-teman ’Duo Togel’ mengalami kesehatan yang menurun, maklum makan tidak teratur, tidur tak menentu jam mimpinya, kadang bahkan tidak tidur sama sekali alias ’begadang’, menikmati liburan panjang dan cuaca belakangan ini memang ’sedikit ekstrim’
Demikian juga Ogel yang tiba-tiba mengalami demam, badannya panas, perut mual, ingin muntah, membuat Anto kalang kabut kesana kemari mencari solusi, soalnya si Ogel paling takut yang namanya ke dokter, sakit apapun akan diusahakannya untuk diobati tanpa seorang dokter....”trauma” kata Ogel.

Pernah suatu kali Anto menanyakan ’trauma’ itu kepada Ogel dan Ogel memberitahu :”Aku pernah ’suntik’ ke mantri kesehatan didekat rumahku, ntah kenapa jarum suntiknya lepas dari speednya, wah kalo aku To jerit-jerit ’gilo’, sementara mantrinya senyum-senyum aja, dari mulai saat itu aku paling takut kalo disuntik” kata Ogel menunjukkan wajah ngerinya. ”Ah,..cuma gara-gara itunya Gel” kata Anto ”Iya, tapi aku ’gilo’nya setengah mati”.
Melihat pengalaman itu Anto harus berhati-hati agar Ogel mau diobati, tanpa kedokter.
Ia bertanya kepada orangtuanya dan orang tuanya tanpa banyak omong memberikan sebotol minuman dan nasi yang sudah dibumbui.”Opo iki mak?” Anto bertanya kepada ibunya dan ibunya menjawab :”Uwes, kek ke ae ke Ogel, kon mangan, iku teh manis ambek sego serundeng”. Anto mengerti dan dengan semangat ia pergi ke rumah Ogel yang sudah tergeletak lemas, muka pucat didampingi ’inangnya’. Inangnya menyambut kedatangan Anto yang sudah dianggapnya seperti anaknya sendiri itu dengan suka cita, karena sesuai pesan ibunya Anto bahwa yang dibawa oleh Anto itu adalah ’obatnya’ sakit Ogel yang pernah dilakukan terhadap Anto yang juga pernah mengalami sakit yang sama.
”Halo Gel, piye?” Anto menyapa yang disambut gembira oleh Ogel :”Beginilah To, eh apa yang kau bawa itu?” Dengan tenang Anto menjawab :”Ini dari mbokku, kau harus makan, kalau ngak mau mbokku bisa tersinggung, hayo makan”. Mendengar ancaman ibunya si Anto, Ogel agak takut, iapun menurut. Lalu Anto pun menyuapinya dengan perlahan :”Pake apa ini To?” Antopun menjawab :”Ngak tau, kata mbokku, ini nasi serundeng dari kampungku, special untuk orang yang sakit macam kau”. Anto sendiri tidak tau ’serundeng’ apa yang dibuat oleh ibunya itu.
”Rasanya agak aneh To”.Anto sendiri mulai curiga, tapi ia menjawab :”Ah, itu perasaannmu saja, karena sakitmu itu, perutmu ngak menerima tapi makan aja”. Ogel menurut saja,walau mau muntah rasanya, dan akhirnya separuh piring habis juga nasi ’serundeng’dimakannya, lalu ia disuruh Anto minum :”Apa lagi ini To?” Anto agak jengkel :”Banyak kalipun pertanyaanmu, minum sajalah, aku sendiri ngak tau, tapi maniskan?, ya teh manis lah”.
Begitulah Anto selama tiga hari ini membawakan makanan dari ibunya, sementara inangnya si Ogel merasa geli juga, karena ia sudah tau apa yang dibawa oleh si Anto itu, sesuai pesan ibu Anto.
Pagi ini Ogel kelihatannya sudah mulai pulih, wajahnya tidak pucat lagi, dan tenaganya juga bertambah dan sudah turun dari ranjangnya. Ogel ditemani Anto berjalan-jalan dibelakang rumah.
”To, aku penasaran la, apa yang dikasi ibu sama aku ya?,kok bisa sembuh pula” Sambil angkat bahu Anto menjawab :”Aku juga ngak tau Gel, tapi inang pasti tau, diberitahu mbok”.Penasaran Ogel menemui inangnya yang lagi didapur :”Inang, apasih yang dikasi ibu sama aku selama tiga hari ini?” Inangnya tersenyum mendengar pertanyaan anaknya ”Betul mau tau, ngak nyesal?” Ogel menjawab agak heran :”Ngak la, kok mesti nyesal” Ibunya sambil senyum menerangkan :”Kau tau yang ada didalam tanah disekitar pokok pisang, yang panjang –panjang, kau geli kalau melihatnya ?, nah itulah dia...” Ogel terkejut :”Hah....Cacing itu inang, Cacing Kalong kalao si Anto bilang, hiiii, jijiknya aku” Ogel memegang-megang lehernya :” Sudahlah yang penting kau sembuhkan?” Inang Ogel tertawa melihat ekspresi wajah Ogel yang tidak bisa berkata apa apa lagi seperti halnya si Anto yang baru tau hasil buatan mboknya itu.
Anto masuk karena mendengar keterangan Inang si Ogel sambil tertawa berkata :” Hebat kau Gel, sanggup makan Cacing, Cacing Kalong pulak itu, ha...ha...ha” Ogel berdiri dan menyikap Anto :”Kubalas kau nanti ya ?” Ogel juga tertawa, karena kalau ia tau lebih dulu, mungkin belum sembuh sampai sekarang......”Alhamdulillah” gumamnya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar