Selesai sholat Ied, Anto dan Ogel bersama teman-teman lainnya berkeliling kampung sebagai tradisi mereka disetiap tahun, memohon maaf lahir bathin kepada orang-orang tua warga kampung tersebut. Sambil berjalan Anto bertanya pada Ogel :”Gel, sudah kau kasi kancing baju yang yang kau beli itu ?”. Sambil sedikit tersipu malu karena ia beli baju kancingnya hanya sebagian saja, ia menjawab :” Sudah, tapi terpaksa kubuka lagi” Anto heran :”Lho, kenapa ?. Ogel memberi tau :” Kau pikirlah sendiri, kancing sebelah atas jadi lain bentuknya sama sebelah bawah” Anto tertawa ngakak :” ha..ha...ha..itulah kau, Batak dogil,..kan kusuruh kau copot sebiji, baru kau bawa itu sebagai contoh, tapi mana kau dengar nasihatku”. Ogel menjawab :”Itulah..karena kupikir mau kutukar semua, kebelilah sepuluh biji, eh ngak taunya jumlah lubang kancing empat belas, padahal kancing bawaan baju itu sudah ke ’dedel’ semua, apes aku, nanti malamlah aku beli, kawani aku ya?”. Anto tersenyum sambil mengangguk.
Sambil bercakap-cakap akhirnya sampailah mereka dirumah pak RT, mereka disambut oleh pak RT sendiri dan isteri lengkap dengan anak-anak gadisnya yang cantik-cantik.
Satu-persatu mereka menyalami keluarga itu, dan ketika mereka hendak pamit, mereka ditahan oleh ibu RT :” Lho kok langsung pergi, minum-minum dulu lah, To dibawa teman-temannya duduk dulu, setahun sekali aja kok”. Anto dan kawan-kawan tidak bisa mengelak lagi, maka mereka pun duduk.
Ibu RT sangat senang sekali, sebab ia suka dengan anak-anak ini, terutama Anto, ibu RT kepingin Anto memilih salah satu anak gadisnya yang ada 4 orang itu, tapi Anto masih segan, disamping sudah punya pacar, Anto juga merasa minder dengan keluarga yang kaya ini.
Tak lama keluarlah segala makanan, terutama lontong sayur, kue-kue kering dan wahhhh...kacang Tojin kesukaan Ogel. Mata Ogel berbinar-binar melihat kacang tersebut, air liurnya sudah ’bulak-balik’ ditelannya.
Tapi biasanya ’pemusnahan lontong’ dulu, baru giliran kue keringnya, Ogelpun menahan seleranya dan Ogel kebagian belakangan antri ambil lontong dari teman-temannya, sehingga pada waktu teman-temannya selesai makan lontong Ogel masih separuh porsi lagi lontong yang harus dihabiskan :” Ngak usah buru-buru Gel, masih banyak waktu”. Pak RT menegur Ogel karena buru-buru menyelesaikan makan lontongnya :”Iya..pak” Ogel tersipu karena tinggal dia sendiri yang masih memegang piring lontong.
Akhirnya selesai juga ’tugas itu’. Anto melihat Ogel mulai mengambil kacang Tojin kesukaannya itu. Timbul usil Anto ingin ’mengerjai’ sahabatnya itu.
Begitu Ogel selesai ’meraup’ Kacang Tojin, tiba-tiba Anto berkata :” Assalaamu’alaikum........pak RT, sehubungan kami sudah selesai, kami pamit dan saya mewakili teman-teman mohon maaf lahir dan bathin jika.........dan terima kasih atas penerimaan bapak dan keluarga....dst.”. Ogel gelagapan, kacang Tojin ditangannya masih penuh :”Inilah kalo makan belakangan,awak masih ngunyah, kawan udah mau muntah kekenyangan, somperet si Anto ini”. Sementara Anto tersenyum dalam hatinya :” Kena lagi kau Gel ”. Tanpa pikir panjang Ogel mengantongi kacang Tojin yang masih ditangannya, Anto melihat tingkah Ogel tersebut.
Mereka bersalam-salaman, namun pada waktu akan mengambil sandal, Ogel menunduk, tak menyadari kantong hampir penuh kacang Tojin :”Alamaak...mati aku”. Kacang Tojin terlanjur bertaburan kelantai, malunya si Ogel bukan kepalang, teman-teman lainpun terkejut, namun apa mau dikata...terpaksa dengan muka merah Ogel mohon maaf pada pak RT :” Aduh maaf pak, tadi si Anto kecepatan mohon dirinya pak, kacang Tojin masih ditanganku, terpaksa kukantongi pak, masa kumasukkan ke topeles lagi”. Pak RT sambil tersenyum menjawab :” Ngak apa apa Gel, saya tau kok, kamu masih makan, si Anto terlanjur permisi, bapak ngerti kok, kalau masih mau ambil lagi”. Ogel gelagapan campur malu menjawab :”Oh...ngak pak, cukup pak..trima kasi dan maaf sekali lagi pak....” Ogel mau marah sama Anto ngak bisa, terpaksa dia diam saja, sementara teman-teman lain tersenyum melihat tingkah Ogel.
Anto mendekati :” Sori Gel, aku ngak tau kau masih genggam kacang” Ogel melotot mau marah, tapi tiba-tiba ia tersenyum pada Anto dan teman lainnya :” Ah,...ngak apa-apa, pak RT udah tau kok.....” Kemudian mereka saling berangkulan sambil berkelakar kembali. Yeaahhhhhh sudah lah, nanti sambung lagi.
Sambil bercakap-cakap akhirnya sampailah mereka dirumah pak RT, mereka disambut oleh pak RT sendiri dan isteri lengkap dengan anak-anak gadisnya yang cantik-cantik.
Satu-persatu mereka menyalami keluarga itu, dan ketika mereka hendak pamit, mereka ditahan oleh ibu RT :” Lho kok langsung pergi, minum-minum dulu lah, To dibawa teman-temannya duduk dulu, setahun sekali aja kok”. Anto dan kawan-kawan tidak bisa mengelak lagi, maka mereka pun duduk.
Ibu RT sangat senang sekali, sebab ia suka dengan anak-anak ini, terutama Anto, ibu RT kepingin Anto memilih salah satu anak gadisnya yang ada 4 orang itu, tapi Anto masih segan, disamping sudah punya pacar, Anto juga merasa minder dengan keluarga yang kaya ini.
Tak lama keluarlah segala makanan, terutama lontong sayur, kue-kue kering dan wahhhh...kacang Tojin kesukaan Ogel. Mata Ogel berbinar-binar melihat kacang tersebut, air liurnya sudah ’bulak-balik’ ditelannya.
Tapi biasanya ’pemusnahan lontong’ dulu, baru giliran kue keringnya, Ogelpun menahan seleranya dan Ogel kebagian belakangan antri ambil lontong dari teman-temannya, sehingga pada waktu teman-temannya selesai makan lontong Ogel masih separuh porsi lagi lontong yang harus dihabiskan :” Ngak usah buru-buru Gel, masih banyak waktu”. Pak RT menegur Ogel karena buru-buru menyelesaikan makan lontongnya :”Iya..pak” Ogel tersipu karena tinggal dia sendiri yang masih memegang piring lontong.
Akhirnya selesai juga ’tugas itu’. Anto melihat Ogel mulai mengambil kacang Tojin kesukaannya itu. Timbul usil Anto ingin ’mengerjai’ sahabatnya itu.
Begitu Ogel selesai ’meraup’ Kacang Tojin, tiba-tiba Anto berkata :” Assalaamu’alaikum........pak RT, sehubungan kami sudah selesai, kami pamit dan saya mewakili teman-teman mohon maaf lahir dan bathin jika.........dan terima kasih atas penerimaan bapak dan keluarga....dst.”. Ogel gelagapan, kacang Tojin ditangannya masih penuh :”Inilah kalo makan belakangan,awak masih ngunyah, kawan udah mau muntah kekenyangan, somperet si Anto ini”. Sementara Anto tersenyum dalam hatinya :” Kena lagi kau Gel ”. Tanpa pikir panjang Ogel mengantongi kacang Tojin yang masih ditangannya, Anto melihat tingkah Ogel tersebut.
Mereka bersalam-salaman, namun pada waktu akan mengambil sandal, Ogel menunduk, tak menyadari kantong hampir penuh kacang Tojin :”Alamaak...mati aku”. Kacang Tojin terlanjur bertaburan kelantai, malunya si Ogel bukan kepalang, teman-teman lainpun terkejut, namun apa mau dikata...terpaksa dengan muka merah Ogel mohon maaf pada pak RT :” Aduh maaf pak, tadi si Anto kecepatan mohon dirinya pak, kacang Tojin masih ditanganku, terpaksa kukantongi pak, masa kumasukkan ke topeles lagi”. Pak RT sambil tersenyum menjawab :” Ngak apa apa Gel, saya tau kok, kamu masih makan, si Anto terlanjur permisi, bapak ngerti kok, kalau masih mau ambil lagi”. Ogel gelagapan campur malu menjawab :”Oh...ngak pak, cukup pak..trima kasi dan maaf sekali lagi pak....” Ogel mau marah sama Anto ngak bisa, terpaksa dia diam saja, sementara teman-teman lain tersenyum melihat tingkah Ogel.
Anto mendekati :” Sori Gel, aku ngak tau kau masih genggam kacang” Ogel melotot mau marah, tapi tiba-tiba ia tersenyum pada Anto dan teman lainnya :” Ah,...ngak apa-apa, pak RT udah tau kok.....” Kemudian mereka saling berangkulan sambil berkelakar kembali. Yeaahhhhhh sudah lah, nanti sambung lagi.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar