Subuh 1 Syawal 1431 H, ’DUO TOGEL’ sebagai pengurus dan anggota remaja mesjid, sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara Sholat Ied, meski mata mengantuk karena tadi malam hingga dini hari membagi-bagikan fitrah kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
Namun wajah mereka tetap cerah karena puasa tahun ini dapat diselesaikan dengan baik.
Kalau dikenang-kenang dimulai puasa hari pertama,banyak kejadian unik yang menjadi kenangan hidup mereka, salah satunya ketika mereka tidur di mesjid karena mendapat tugas membangunkan warga untuk ’sahur’.Entah bagaimana kedua sahabat itu setelah selesai solat tarawih malam pertama ’tertidur’, teman-teman remaja mereka yang lain membiarkan saja mereka tidur dan pergi bermain-main keluar mesjid menunggu waktu sahur, dimesjid hanya tinggal mereka berdua.
Tiba-tiba Ogel terbangun, melihat jam dan melompat menuju ’sound system’ mesjid dan menghidupkannya lalu berteriak :”sahuuuur....sahuuur..” beberapa kali diucapkan, sehingga Anto terbangun, terkejut dan berlari merampas ’mike’ yang dipegang Ogel :”Gemblong kue Gel, jam berapa ini ?” dan tak lama para remaja yang sedang berada diluar mesjid berdatangan :” Ah, kau ini..ya jam 3 laa, saatnya sahur kan ?”Anto dan teman remaja lainnya tertawa sambil geleng-geleng kepala :” Ooooalah Gel, mbah mu atrek, tengok betol-betol...:” Anto memegang kepala Ogel dan mengarahkan ke arah jam dinding, dan Ogel terkejut :” Waduh kewalik, waduh...waduh..”. Ogel tersadar melihat jam nya terbalik jarum panjang jadi pendek dan jarum pendek jadi panjang, Iapun merampas mike yang dipegang Anto :”Eh...eh..mau apa kau?”. Ogel menjawab :” Mau minta maaf sama warga”. Anto membiarkan saja mike nya diambil Ogel :” Maaf bapak-bapak dan ibu-ibu warga yang saya sayangi, tadi ada kesilapan rekan kami melihat jam dinding, karena cahaya lampu, sehingga jam 11.15 seperti jam 3 kurang lima menit, sekali lagi mohon maaf-maaf..assalamu”alaikum....”. Anto mengejar Ogel, karena pengumuman tadi seolah yang salah bukan Ogel :”Kurang asem kue” Anto memiting Ogel dan rekan-rekan remaja lain sambil tertawa-tawa ’mengunyel-ngunyel’ kepala Ogel. Semua warga sebenarnya sudah tau, siapa yang membuat ulah, tapi mereka hanya tersenyum, karena Ogel adalah salah satu remaja warga mereka yang disayangi.
Lain halnya pengalaman Anto, hari itu puasa hari kedua, sekitar pukul 4 sore bersama bapaknya dan Ogel pergi kekebun Timun mereka, sekedar memeriksa dan jalan-jalan menunggu berbuka.Tiba-tiba bapak Anto berkata :”To, cobak delok timun iku, wes pantes ngak dipanen”. Anto mematuhi perintah bapaknya :”pak jek nnom, tapi wes enak kok nek arak dipangan iki” bapak Anto sambil bercanda tapi tidak melihat Anto :”yo uwes, coba ae”. Tanpa pikir panjang Anto memetik buah ketimun, karena bapaknya menyuruh mencobanya, dan ’kresssss’ Anto menikmati ranumnya ketimun dan hampir selesai melumat ketimun itu, Ogel dan bapak Anto melihat Anto dan mereka terperanjat hampir sama :” To...ngak puasa kau ya ?”. Anto tersadar, ia pun ingin memuntahkan apa yang sudah ditelannya :”Hoeekkkkkk...” namun ketimun sudah menjadi bubur, dan telah berkolaborasi dengan cairan dilambung, selesailah sudah :” Anto terduduk lemas :”Batallah puasaku ini...mati aku ”pikirnya. Bapak Anto tersenyum melihat anak kesayangannya itu :” Nek sengojo musibah, nek ngak yo anugrah..ha..ha...ha” Bapak Anto timbul candanya :”Tapi pak aku, ngak sengojo, sor ae aku ndelok timone” Ogel mulai kelakarnya :” Sengaja apa sengaja..?” Anto melotot ke Ogel :”Aku serius ini Gel, ngak sengaja aku..sumpah ”. Bapak Anto kemudian melerai :” Yo uwes, iku artine, puasamu ngak batal, Allah ngek-i anugrahe” Anto lega dan hausnya hilang, iapun membalas kelakar Ogel :”Alhamdulillah.......selamat aku Gel, aus hilang puasa jalan terusss...terima kasih ya Allah” Bapak Anto dan Ogel tersenyum melihat Anto mengangkat tangan ke atas.........sekian dulu tunggu ya ulah mereka berikutnya
Tidak ada komentar :
Posting Komentar