Selasa sore, Ogel satu dari ’Duo Togel’ dengan pakaian olah raga berlari kecil dari rumah menuju sekolah untuk mengikuti kegiatan sore, biasanya dipersimpangan tiga didepan mesjid kampung Ogel bertemu Anto untuk kemudian sama-sama pergi kesekolah.
Tapi agak lama menunggu Anto tidak muncul juga.Ogel mulai penasaran, kemana sahabatnya itu :”Tadi udah janji kok, jam segini ketemu kok ngak muncul juga, kurang asam si Anto ini” Ogel mulai ’ngomel’.Namun tak berapa jauh dari persimpangan itu Anto berjalan sedikit lesu, dengan wajah muram, tanda bersedih.
Ogel tidak langsung memanggil, tapi ia mengerutkan dahi memandang temannya itu :”Ada apa kau kawan, kok loyo kali kau kutengok”.Anto tidak menjawab, ia mencari tempat untuk duduk diikuti Ogel :”Pamanku Gel, paklek Wan, yang Satpam itu dipecat dari kerjanya” Ogel terkejut karena dia tau paklek Wan itu paling patuh sama kerjanya, tidak pernah mangkir :” Bah, kok bisa gitu, apa salahnya To ?” Ogel serius menanggapi cerita Anto :” Lha itu masalahnya Gel, paklek Wan sendiri ngak tau salahnya apa. Tapi herannya kok Bos yang memecat lelekku itu, malah ngasi motor bebek, yang katanya itu bukan pesangon, tapi itu hadiah sebagai ucapan terima kasih” Ogel semakin heran, ia putar otaknya yang menurutnya sendiri punya ’otak encer’ itu :”Heran, dapat hadiah tapi dipecat....., mungkin sebab lain To?” Ogel bertanya lagi :” Ngak ada, tapi menurut paklekku beberapa hari yang lalukan Bos yang punya pabrik itukan mau ke Jakarta naik pesawat, tapi dilarang oleh paklekku itu ” Ogel berlagak tau :” Nah, itu mungkin, gara-garanya, melarang bos mau pergi, apakali rupanya paklek kau itu”.Anto menjawab lagi:” Bukan,..bukan itu, begini kira-kira kata kata paklekku itu, pagi-pagi sekali paklekku menemui bos itu”.Anto memulai ceritanya :” Pak, untuk keselamatan bapak dan keluarga, saya mohon bapak jangan pergi hari ini ke Jakarta”. Bos itu heran:”Eh, kenapa rupanya, kok melarang kami pergi?”. paklek Wan menjawab :” Begini pak, tadi malam saya bermimpi, pesawat yang bapak tumpangi itu jatuh pak, bapak dan keluarga me..mengal” Bos langsung memotong:” Ada ada saja kau Wan, itukan cuma mimpi, sudahlah pulang sana” paklek Wan tidak bisa menjawab lagi.Tapi sang Bos masuk juga kehatinya cerita paklek Wan itu :” Okelah, mana tau betul cerita si Wawan itu, jadi aku berangkat lusa sajalah”. Bos itupun menunda keberangkatannya hingga lusa.
Pada malam harinya, sebelum berangkat esok harinya, Sang Bos memanggil paklekku Wawan, Tidak lama Paklek Wawan datang, dengan muka pucat dan gemetar Sang Bos memeluk paklek Wan sambil mengucapkan terima kasih atas nasihat paklek Wan pagi kemarin :” Wan, terima kasih ya, kalau tidak, mungkin aku dan keluargaku ngak ketemu kau lagi....Nah sebagai rasa terima kasih...besok kau ambil Motor Bebek baru di toko seberang itu ya untuk mu dan satu lagi, mulai ini malam, kau tidak usah bekerja lagi, karena kau saya berhentikan...ya ?”. Kemudian Sang Bos masuk kekamarnya sedang paklek Wawan terheran heran :” Aku dipecat....ah bingung aku”
Anto mengakhiri ceritanya :” Begitulah Gel, ceritanya, sekarang paklekku nganggur, sedang Sang Bos yang mau ditemui paklek Wan, masih di Jakarta, mau nanya paklek Wan kok dipecat...”
Ogel juga bingung, tidak bisa berkata apa-apa, namun pikirannya bekerja terus membahas masalah ini:” Ayolah Gel, kita jalan, udah ketinggalan kita main voly nya”
Ogel dan Anto tak serius mainnya, pikiran mereka melayang terus ke kisah paklek Wawan itu, sehingga bola yang seharusnya di smash, kok malah kena kepala:” Gel, betol-betollah mainya” kata rekan satu teamnya jengkel. Ogel minta maaf dan minta diganti begitu juga Anto, teman-teman lain merasa heran melihat ’Duo Togel’ yang mereka kenal selalu ceria itu, hari ini kelihatan muram.....yahhhh sudahlah.
Malam hari, ’Duo Togel’ kerumah paklek Wan, untuk membahas masalah itu.
Tapi mereka heran, kok paklek Wan nampak ceria dan tertawa-tawa dengan seseorang.
”Hei, kesini kalian....ini perkenalkan, pak Herman, Bos yang memecat aku itu”. Kata paklek Wan sambil tertawa kecil :”Dipecat kok malah gembira kelihatannya”.pikir mereka :” Begini, bapak ini, tidak jadi memecatku, tapi aku janji tidak akan berbuat salah lagi, dan sekarang aku kerja dua shift, masuk pagi seminggu, masuk malam seminggu” kata paklek Wan.
”Ya benar itu, kalian tau apa sebabnya paman kalian ini saya pecat ?” serentak dijawab ”Duo Togel’ : ”Tidak pak” serentak mereka menjawab.
”Paman kalian ini jadi satpam malah mimpi, seharusnyakan jaga”.kata pak Herman.
”Ooooh” barulah mereka sadar :”Tapi karena mimpinya tepat, yaitu pesawat yang seharusnya saya tumpangi itu betul-betul jatuh, maka paman kalian ini saya kasi hadiah”
mereka cuma bisa bilang :”Ooooh” disambung pak Herman lagi: ” Tapi saya sadar juga bahwa kalau masuk malam terus, sekali-kali ngantuk juga, maka sekarang, gantian sama yang tugas pagi.” sekali lagi :”Ooooh..” Pak Herman berkata lagi :”Karena Oooohnya sudah tiga kali, maka saya mohon izin pulang, kali ini mereka berempat menjawab :”OoooooooooH” Mereka pun tertawa sambil mengusung pak Herman menuju mobilnya.
Sekian dulu ceritanya, kurang lucu tertawa saja.....tunggu cerita selanjutnya...
Tapi agak lama menunggu Anto tidak muncul juga.Ogel mulai penasaran, kemana sahabatnya itu :”Tadi udah janji kok, jam segini ketemu kok ngak muncul juga, kurang asam si Anto ini” Ogel mulai ’ngomel’.Namun tak berapa jauh dari persimpangan itu Anto berjalan sedikit lesu, dengan wajah muram, tanda bersedih.
Ogel tidak langsung memanggil, tapi ia mengerutkan dahi memandang temannya itu :”Ada apa kau kawan, kok loyo kali kau kutengok”.Anto tidak menjawab, ia mencari tempat untuk duduk diikuti Ogel :”Pamanku Gel, paklek Wan, yang Satpam itu dipecat dari kerjanya” Ogel terkejut karena dia tau paklek Wan itu paling patuh sama kerjanya, tidak pernah mangkir :” Bah, kok bisa gitu, apa salahnya To ?” Ogel serius menanggapi cerita Anto :” Lha itu masalahnya Gel, paklek Wan sendiri ngak tau salahnya apa. Tapi herannya kok Bos yang memecat lelekku itu, malah ngasi motor bebek, yang katanya itu bukan pesangon, tapi itu hadiah sebagai ucapan terima kasih” Ogel semakin heran, ia putar otaknya yang menurutnya sendiri punya ’otak encer’ itu :”Heran, dapat hadiah tapi dipecat....., mungkin sebab lain To?” Ogel bertanya lagi :” Ngak ada, tapi menurut paklekku beberapa hari yang lalukan Bos yang punya pabrik itukan mau ke Jakarta naik pesawat, tapi dilarang oleh paklekku itu ” Ogel berlagak tau :” Nah, itu mungkin, gara-garanya, melarang bos mau pergi, apakali rupanya paklek kau itu”.Anto menjawab lagi:” Bukan,..bukan itu, begini kira-kira kata kata paklekku itu, pagi-pagi sekali paklekku menemui bos itu”.Anto memulai ceritanya :” Pak, untuk keselamatan bapak dan keluarga, saya mohon bapak jangan pergi hari ini ke Jakarta”. Bos itu heran:”Eh, kenapa rupanya, kok melarang kami pergi?”. paklek Wan menjawab :” Begini pak, tadi malam saya bermimpi, pesawat yang bapak tumpangi itu jatuh pak, bapak dan keluarga me..mengal” Bos langsung memotong:” Ada ada saja kau Wan, itukan cuma mimpi, sudahlah pulang sana” paklek Wan tidak bisa menjawab lagi.Tapi sang Bos masuk juga kehatinya cerita paklek Wan itu :” Okelah, mana tau betul cerita si Wawan itu, jadi aku berangkat lusa sajalah”. Bos itupun menunda keberangkatannya hingga lusa.
Pada malam harinya, sebelum berangkat esok harinya, Sang Bos memanggil paklekku Wawan, Tidak lama Paklek Wawan datang, dengan muka pucat dan gemetar Sang Bos memeluk paklek Wan sambil mengucapkan terima kasih atas nasihat paklek Wan pagi kemarin :” Wan, terima kasih ya, kalau tidak, mungkin aku dan keluargaku ngak ketemu kau lagi....Nah sebagai rasa terima kasih...besok kau ambil Motor Bebek baru di toko seberang itu ya untuk mu dan satu lagi, mulai ini malam, kau tidak usah bekerja lagi, karena kau saya berhentikan...ya ?”. Kemudian Sang Bos masuk kekamarnya sedang paklek Wawan terheran heran :” Aku dipecat....ah bingung aku”
Anto mengakhiri ceritanya :” Begitulah Gel, ceritanya, sekarang paklekku nganggur, sedang Sang Bos yang mau ditemui paklek Wan, masih di Jakarta, mau nanya paklek Wan kok dipecat...”
Ogel juga bingung, tidak bisa berkata apa-apa, namun pikirannya bekerja terus membahas masalah ini:” Ayolah Gel, kita jalan, udah ketinggalan kita main voly nya”
Ogel dan Anto tak serius mainnya, pikiran mereka melayang terus ke kisah paklek Wawan itu, sehingga bola yang seharusnya di smash, kok malah kena kepala:” Gel, betol-betollah mainya” kata rekan satu teamnya jengkel. Ogel minta maaf dan minta diganti begitu juga Anto, teman-teman lain merasa heran melihat ’Duo Togel’ yang mereka kenal selalu ceria itu, hari ini kelihatan muram.....yahhhh sudahlah.
Malam hari, ’Duo Togel’ kerumah paklek Wan, untuk membahas masalah itu.
Tapi mereka heran, kok paklek Wan nampak ceria dan tertawa-tawa dengan seseorang.
”Hei, kesini kalian....ini perkenalkan, pak Herman, Bos yang memecat aku itu”. Kata paklek Wan sambil tertawa kecil :”Dipecat kok malah gembira kelihatannya”.pikir mereka :” Begini, bapak ini, tidak jadi memecatku, tapi aku janji tidak akan berbuat salah lagi, dan sekarang aku kerja dua shift, masuk pagi seminggu, masuk malam seminggu” kata paklek Wan.
”Ya benar itu, kalian tau apa sebabnya paman kalian ini saya pecat ?” serentak dijawab ”Duo Togel’ : ”Tidak pak” serentak mereka menjawab.
”Paman kalian ini jadi satpam malah mimpi, seharusnyakan jaga”.kata pak Herman.
”Ooooh” barulah mereka sadar :”Tapi karena mimpinya tepat, yaitu pesawat yang seharusnya saya tumpangi itu betul-betul jatuh, maka paman kalian ini saya kasi hadiah”
mereka cuma bisa bilang :”Ooooh” disambung pak Herman lagi: ” Tapi saya sadar juga bahwa kalau masuk malam terus, sekali-kali ngantuk juga, maka sekarang, gantian sama yang tugas pagi.” sekali lagi :”Ooooh..” Pak Herman berkata lagi :”Karena Oooohnya sudah tiga kali, maka saya mohon izin pulang, kali ini mereka berempat menjawab :”OoooooooooH” Mereka pun tertawa sambil mengusung pak Herman menuju mobilnya.
Sekian dulu ceritanya, kurang lucu tertawa saja.....tunggu cerita selanjutnya...
Tidak ada komentar :
Posting Komentar