Laman

banner banner hot

Rabu, 17 Agustus 2016

Dikira bekas pejuang kemerdekaan



Ucok sebagai panitia HUT RI seksi lapangan, datang pagi sekali untuk memastikan segala persiapan sudah beres…dikejauhan ia melihat seorang kakek lagi berjalan dengan tongkat memandang kelapangan upacara…

Ucok : “Wah sudah ada yang datang undangan… kayaknya pejuang veteran” (pikirnya)
Ia melihat kakinya puntung sebelah dan memakai tongkat penyangga…dengan rasa haru dan bangga ia mendatangi kakek tersebut.
Ucok : “Bahh…cepat datangnya kek”.
Kakek : “Ehh..ee..iya..”
Ucok : “Udah sarapan kek…kalo belum yok kita makan diwarung disana”
Kakek : “Ehh..iya…makasih…(dalam hati)..kebetulan”
Ucok : “Kipas kek…sampe kenyang…”
Kakek : “He-ehh…….”
Mendengar ‘instruksi’ Ucok…kakekpun tanpa ragu ‘mengipas’ dengan lahapnya sarapan yang ada hingga selesai….
Ucok : “Gimana rasanya kek…. teringat masa2 lalu ya”
Kakek : “Ehe..iya …”
Ucok : “Berkat para pejuang yang berani mati, kita bisa menikmati kemerdekaan”
Kakek : “Heehh…iya”
Ucok : “Kakek dulu didaerah mana?”
Kakek : “Kampung dalam…”
Ucok : “Waktu perjuangan dulu kakek masih perjaka ya”
Kakek : “Nggak…belum lahir..”
Ucok : “Bahh…jadi kaki kakek itu kenapa?”
Kakek : “Putus terlindas kereta api”
Ucok : “Alamaak…………”

1 komentar :