Ucok sebagai panitia HUT
RI seksi lapangan, datang pagi
sekali untuk memastikan segala persiapan sudah beres…dikejauhan ia melihat seorang
kakek lagi berjalan dengan tongkat memandang kelapangan upacara…
Ucok : “Wah sudah ada yang datang undangan… kayaknya pejuang
veteran” (pikirnya)
Ia melihat kakinya puntung sebelah dan memakai tongkat
penyangga…dengan rasa haru dan bangga ia mendatangi kakek tersebut.
Ucok : “Bahh…cepat datangnya kek”.
Kakek : “Ehh..ee..iya..”
Ucok : “Udah sarapan kek…kalo belum yok kita makan diwarung disana”
Kakek : “Ehh..iya…makasih…(dalam hati)..kebetulan”
Ucok : “Kipas kek…sampe kenyang…”
Kakek : “He-ehh…….”
Mendengar ‘instruksi’ Ucok…kakekpun tanpa ragu ‘mengipas’
dengan lahapnya sarapan yang ada hingga selesai….
Ucok : “Gimana rasanya kek…. teringat masa2 lalu ya”
Kakek : “Ehe..iya …”
Ucok : “Berkat para pejuang yang berani mati, kita bisa
menikmati kemerdekaan”
Kakek : “Heehh…iya”
Ucok : “Kakek dulu didaerah mana?”
Kakek : “Kampung dalam…”
Ucok : “Waktu perjuangan dulu kakek masih perjaka ya”
Kakek : “Nggak…belum lahir..”
Ucok : “Bahh…jadi kaki kakek itu kenapa?”
Kakek : “Putus terlindas kereta api”
Ucok : “Alamaak…………”
Hahha ... mantab ...gratis makan wak itu
BalasHapus