Laman

banner banner hot

Jumat, 12 Agustus 2016

Permen Karet



Seorang turis asal Negara Semprol liburan di Negara Ngeh-ngeh. Dia sedang menikmati sarapan paginya di Coffee House sebuah hotel dimana dia menginap. Seorang warga Ngeh-ngeh  sambil mengunyah Permen Karet duduk disebelahnya dan mulai mengajak berbicara secara santai.
Orang Ngeh-ngeh  : “Mau permen karet..?”
Turis Semprol : “Tidah… terima kasih”
Orang Ngeh-ngeh  : “Kalian orang-orang Semprol memakan keseluruhan roti ya..?”
Turis Semprol : “Tentu saja”
Orang Ngeh-ngeh  : “Kami tidak…. di Ngeh-ngeh  kami hanya memakan bagian dalamnya saja. Sedangkan bagian kulit luar roti yang kering kami kumpulkan lalu diolah dan kami masukkan ke dalam kontainer, lalu kami produksi menjadi roti croissants dan kami ekspor ke Negara Semprol”
Si orang Ngeh-ngeh  lalu tersenyum puas saat melihat si turis asal Semprol terdiam tanpa bisa berbicara apa-apa.
Orang Ngeh-ngeh  : ”Apakah kamu juga memakan roti dengan selai?”
Turis Semprol : “Tentu saja”
Orang Ngeh-ngeh  : “Kami tidak….hihihi. ..di Ngeh-ngeh  kami makan buah segar pada saat makan pagi. Kami kupas kulitnya, keluarkan isinya dan kami kumpulkan di kontainer, diolah, lalu kami produksi menjadi selai. Setelah itu kami ekspor ke Negara Semprol”
Turis Semprol semakin terdiam apalagi dilihatin oleh Orang Ngeh-ngeh  tersebut yang asyik ngunyah permen dan senyum-senyum. Tapi dengan santai Turis Semprol balas bertanya kepada Orang Ngeh-ngeh  tersebut.
Turis Semprol : “Apakah kalian, orang-orang Ngeh-ngeh  melakukan hubungan sex?”
Orang Ngeh-ngeh  : “Ya jelas dong.. tentu saja kami melakukan hubungan sex”
Turis Semprol : “Apakah kalian menggunakan ‘pengaman’ ?”
Orang Ngeh-ngeh  : “Tentu saja ….kami menggunakan kondom”
Turis Semprol : “Lalu apa yang kalian lakukan dengan kondom yang telah digunakan?”
Orang Ngeh-ngeh  : “Kami buang lah”
Turis Semprol : “Kami tidak. Di Semprol, pemerintah secara diam-diam memasukkan kondom-kondom tersebut ke dalam kontainer, kami lebur, lalu kami olah menjadi permen karet dan kami ekspor ke Negara Ngeh-ngeh. Itulah alasan yang sebenarnya kenapa kami orang Semprol dilarang makan permen karet, seperti yang ada di mulut anda...:D
Orang Ngeh-ngeh  : “!!???...Hoaakkk….” Ia membuang permen karet yang sedang dikunyahnya dan muntah-muntah.
Turis Semprol itu ngeloyor pergi dengan senyum kemenangan…

Tidak ada komentar :

Posting Komentar